MENPAN & RB AKUI REKRUTMEN CPNS BELUM OBJEKTIF

Jakarta,LP(8/3) – Rekrutmen CPNS yang berjalan selama ini dinilai belum objektif dan tidak transparan. Ini diakui Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Azwar Abubakar. Dia memberikan salah satu contoh di Kementerian Luar Negeri. Dari 10.000 pelamar, yang diambil hanya 85 orang. Sayangnya, dari jumlah yang lolos itu, hasilnya tidak sesuai dengan harapan pemerintah, sehingga bisa menimbulkan ketidakpercayaan terhadap birokrasi. Selain itu juga, belum terbangun adanya budaya kerja (etos, red).

“Untuk itulah, ke depannya penerimaan CPNS kita serahkan ke Kampus, sehingga lebih terbuka dan objektif. Disamping sebagai tindak lanjut dari sembilan program penajaman dan percepatan reformasi birokrasi,” kata Azwar di Jakarta, Selasa kemarin.

Ada 10 Perguruan Tinggi yang direkomendasikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, yakni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, sebagai Ketua Konsursium, Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Dengan terbentuknya konsursium tersebut, kalau ada daerah yang tahun ini melakukan rekruitmen CPNS, soal maupun mekanismenya sudah tersusun, sehingga pelaksanaannya dapat memenuhi harapan, masyarakat, objektif, transparan, dan bebas dari KKN,” tuturnya. Azwar juga mengharapkan setiap PNS harus siap menghadapi perubahan. Jangan bersikap pasif dan diam, karena merasa sudah mapan.

“Budaya PNS yang cuma datang contreng absen, main game atau facebook-an, makan siang, dan setelah itu pulang, harus diubah,” tegasnya. Ditambahkannya, saat ini banyak PNS yang tidak memiliki jiwa melayani, kurang punya rasa malu saat melayani masyarakat. (jpnn)

Kategori: NASIONAL Tags: , ,
Topik populer pada artikel ini: