GUBERNUR, BUPATI/WALIKOTA AGAR SETIA

Jakarta, (LP) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan kepada aparat pemerintah, termasuk Kepala Daerah agar setia dan patuh terhadap kebijakan pemerintah sesuai peraturan yang berlaku terkait penetapan APBN-P 2012. “Instruksi saya kepada jajaran pemerintah, termasuk gubernur, bupati dan walikota sesuai sumpah dan etika jabatan kita, marilah kita bekerja sekuat tenaga … Saya berharap Saudara semua tetap setia dan patuh terhadap kebijakan pemerintah sesuai peraturan yang berlaku,” pesan SBY dalam penjelasannya mengenai postur APBN-P 2012, di Istana Negara Jakarta, Sabtu malam kemarin. Kepala Negara juga mengatakan jajaran Pemerintah dan masyarakat Indonesia menjaga perekonomian di masa kini dan mendatang.

Pada kesempatan itu, SBY juga mengajak seluruh pihak turut bertanggungjawab pada situasi politik dan keamanan nasional, sehingga masyarakat merasa tentram dan pembangunan terjaga. Menurut presiden, jika keadaan gaduh dan tidak stabil, maka yang terpukul adalah rakyat. “Jadi semua tindakan langkah itulah yang akan dilakukan pemerintah, meskipun APBN sangat penting bukan hanya itu yang akan digunakan untuk menjaga ekonomi dan pertumbuhan nasional,” katanya. Penjelasan presiden terhadap postur APBN-P 2012 dilakukan tepat setelah rapat paripurna DPR RI Sabtu (31/3) dinihari, yang sepakat menunda kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2012.

Seperti diketahui, aksi demo menolak kenaikan harga BBM terjadi diberbagai daerah diseluruh Indonesia. Ironisnya para kepala daerah juga ikut turun ke jalan dan bahkan ada yang memimpin aksi demo tersebut. Diperkirakan ada sekitar 21 orang kepala daerah yang telah ikut berunjuk rasa menentang kebijakan pemerintah. Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan, pihaknnya akan memberhentikan dan menindak para kepala daerah yang menolak kebijakan penaikkan harga BBM dan ikut demo. Mereka dianggap telah melanggar sumpah jabatan dan tidak taat pada peraturan perundangan yang berlaku. (ph,ant)

Kategori: NASIONAL Tags: , , , ,
Topik populer pada artikel ini: