Khazanah Melayu : BAHASA MELAYU = BAHASA INDONESIA

Oleh : Drs. Abdul Malik, MPd.
(Pemerhati Kebudayaan Kepri)

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu? Sampai setakat ini tak ada keraguan tentang hal itu. Akan tetapi, kawasan bahasa Melayu di dunia ini sangat luas dan variasi bahasa Melayu juga tak sedikit. Berhubung dengan itu, ditinjau dari sudut geografis, banyak sekali dialek Melayu yang tersebar di nusantara ini. Dengan demikian, bahasa Melayu dialek manakah yang ‘diangkat’ menjadi bahasa Indonesia? Berhubung dengan masalah yang disebut terakhir itu, di antara para pakar masih menjadi silang pendapat.

Bahasa Melayu merupakan salah satu bahasa alamiah di antara 5.000-an bahasa linguistik yang ada di dunia ini. Sejak bila bahasa Melayu dikenal di muka bumi ini tak ada yang tahu secara pasti. Yang pasti, dari sumber prasejarah, diyakini bahwa bahasa Melayu telah digunakan sejak 2.500 SM. Keyakinan itu didasari kenyataan bahwa pada abad ke-7 (Sriwijaya) bahasa Melayu sudah mencapai kejayaannya. Tak ada bahasa di dunia ini yang dapat berjaya secara tiba-tiba tanpa melalui perkembangan tahap demi tahap.

Yi Jing bahasa Melayu Kuno.
Puncak pertama kejayaan bahasa Melayu terjadi sejak abad ke-7 (633 M) sampai dengan abad ke-14 (1397 M) yaitu pada masa Kemaharajaan Sriwijaya. Menurut Kong Yuan Zhi (1993:1), pada November 671 Yi Jing (631-713), di Indonesia lebih dikenal sebagai I-tsing, berlayar dari Guangzhou (Kanton) menuju India dalam kapasitasnya sebagai pendeta agama Budha. Kurang dari 20hari dia sampai di Sriwijaya, yang sudah menjadi pusat pengkajian ilmu agama Budha di Asia Tenggara. Di Sriwijayalah, selama lebih kurang setengah tahun Yi Jing belajar sabdawidya (tata bahasa Sansekerta) sebagai persiapan melanjutkae perjalanan ke India. Setelah tigabelas tahun belajar di India (Tamralipiti/Tamluk) dia kembali ke Sriwijaya dan menetap di sana selam 4 tahun (686-689) untuk menyalin kitab suci agama Budha. Setelah itu dia kembali ke negerinya, tetapi pada tahun yang sama ia datang kembali dan menetap di Sriwijaya sampai tahun 695.

Dari catatan dialah, diketahui bahasa yang disebutnya sebagai bahasa Kunlun, yang dipakai secara luas sebagai bahasa resmi kerajaan, bahasa agama, bahasa ilmu dan pengetahuan, bahasa perdagangan, dan bahasa dalam komunikasi sehari-hari masyarakat. Ringkasnya, bahasa Kunlun merupakan bahasa yang digunakan Kemaharajaan Sriwijaya dengan seluruh daerah takluknya yang meliputi Asia Tenggara. Ternyata, bahasa Kunlun yang disebut Yi Jing dalam catatannya itu ialah bahasa Melayu Kuno. (kemilau melayu)
bersambung …

Kategori: KOLOM Tags: , , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2019. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.