PEMPROV KEPRI BANTU Rp15 MILIAR UNTUK SISWA MISKIN

Tanjungpinang, (LINGGA POS) – Sempena peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin kemarin, Pemprov Kepri menyerahkan bantuan kepada sebanyak 14.560 siswa dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Provinsi Kepri yang diambil dari dana APBD Kepri 2013. Dana yang digelontorkan tersebut mencapai angka sebesar Rp15.724.800 yang akan diberikan kepada setiap siswa yang berhak menerimanya masing-masing sebesar Rp1.080.000. Peringatan Harkitnas yang disejalankan dengan Hardiknas tersebut berlangsung khidmat yang diikuti oleh pimpinan SKPD, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di Kepri serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Kepri HM Sani mengatakan bahwa tantangan terberat yang dihadapi oleh pemuda masa kini adalah narkoba dan HIV/AIDS yang sangat mendera generasi muda khususnya. Ini tidak terlepas dari kuatnya arus modernisasi budaya asing di era globalisasi yang semakin mempermudah masuknya peradaban yang sebenarnya bertolak belakang dengan agama, moral dan etika anak bangsa. Apalagi mengingat wilayah Kepri yang berdekatan dengan negara-negara tetangga. Karena itulah, Sani menghimbau agar para pemuda di Kepri berupaya membentengi diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang positif dan tidak gampang terpengaruh dengan budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. “Di zaman sekarang ini tantangan terberat bagi pemuda adalah masalah narkoba, HIV/AIDS. Karena itu sempena dengan apa yang kita peringati hari ini, hari kebangkitan nasional, sudah selayaknya kita menauladani para pejuang zaman dahulu. Masalah narkoba, HIV/AIDS bisa kita cegah secara bersama-sama. Yang penting kita tetap berkomitmen dan bahu membahu menghadapinya. Apa pun itu, bisa kita lakukan kalau bersama-sama,” himbaunya. Sani mengingatkan, pentingnya pendidikan moral bagi para anak didik, remaja maupun pemuda. Karena itu, kata dia, sejak dua tahun lalu pihaknya telah mencanangkan pelajaran budi pekerti masuk dalam kurikulum sekolah, dan serta membudayakan makna yang tersirat maupun yang tersurat yang terkandung dalam khazanah budaya Melayu yang begitu agung, seperti tertuang dalam naskah Gurindam 12 karya pujangga tanah asal Kepri Raja Ali Haji dan atau dengan sungguh-sungguh melaksanakan 10 isi dari Dasa Dharma Pramuka. “Saya tekankan bahwa, pemuda yang sukses adalah mereka yang mampu memperbaiki dirinya sendiri,” kata Sani. (rasn,af)

Kategori: KEPRI
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkini

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.