JAGA KEBERAGAMAN ATAU NKRI TINGGAL SEJARAH

Jakarta, (LINGGA POS) – Keberagaman tidak seharusnya hilang dari Indonesia. Bila keragaman menjadi peninggalan para pejuang dan pendiri bangsa tak dipertahankan, Indonesia akan terpecah. “Kalau tak mampu mengawal keragaman, saya khawatir NKRI hanya tinggal sejarah,” kata Ketua MPR Sidarto Danusubroto dalam acara Silaturahmi ‘Kebangsaan’ Idul Fitri 1434 H, yang digelar Partai Golkar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (26/8) malam.

Sedikitnya, enam pimpinan parpol hadir dalam acara tersebut, sebut saja Presiden RI SBY dan Walpres Boediono, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Suardi, Ketua Umum Partai Bulan Bintang MS Kaban, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Presiden Partai Keadilan Sosial Anis Matta dan petinggi-petingi parpol serta undangan lainnya. Menurut Sidarto, selama 68 tahun merdeka, Indonesia mengalami pasang surut. Namun, ternyata Indonesia tetap bisa bertahan karena ada empat pilar yang dipegang yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Apapun perbedaanya, Indonesia harus tetap satu. “Kita harus berfikir berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa seperti tercantum dalam Mukadimah UUD 1945. Tuhan harus menjadi sumber kebenaran,” kata MS Kaban dalam sambutannya. Dia mengajak yang hadir untuk membangun bangsa ini dengan nilai-nilai kebenaran. Menanamkan nilai-nilai kebenaran, menumbuhkan tindakan yang benar, yang kelak akan melahirkan kebiasaan yang benar dan pada gilirannya melahirkan karakter (pemimpin) yang bertindak atas kebenaran.

Sementara Anis Matta memuji gagasan dan penyelenggaran silaturahmi yang digelar Partai Golkar. Menurut dia, acara yang menghadirkan pemimpin dan politikus ini sangat baik untuk melestarikan kemajemukan bangsa Indonesia dan juga menjadikan politik lebih bermakna. “Ini ide yang cemerlang dan perlu ditiru oleh partai lain. Menjadikan kompetisi politik menjadi lebih asyik,”kata Anis. Politik menjadi seperti permainan yang tidak berbahaya tetapi atraktif. “Memang hanya Partai Golkar yang bisa melakukan karena sudah punya pengalaman tigapuluh tahun,” selorohnya. Menyinggung masalah Pilpres satu atau dua putaran, SBY, yang juga selaku Ketua Umum Partai Demokrat dalam kesempatan itu mengatakan, “Hanya Tuhan yang tahu”. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat. “Kalau Pilpres dapat dikatakan satu putaran, maka Oktober awal kita akan punya presiden baru. Namun, dia berharap agar rakyat mendukung presiden baru Indonesia pada 2014 mendatang. “Kita akan punya presiden baru, pemimpin baru, pemimpin kita. Marilah nanti kita mendukung siapapun yang memimpin negeri ini beserta pemerintahan yang dibentuknya,” kata SBY. (jk,sg/k,bj,ah/vn,c-6/sit/bs)

Kategori: NASIONAL
Topik populer pada artikel ini: