10 TAHUN LINGGA, NEGERI BUNDA TANAH MELAYU

(LINGGA POS) – Terletak diantara 0 20 LU dengan  0 40 LS dan 104 BT dan 105 BT Kabupaten Lingga memiliki 531 pulau besar dan kecil yang 92 pulau diantaranya adalah pulau kosong alias tidak berpenghuni. Kini, Kabupaten Lingga telah terdiri dari 7 kecamatan dari sebelumnya, saat di’proklamasikan’ sebagai wilayah Kabupaten, yang disebut dengan Selinsing (dari 3 kecamatan) yakni singkatan dari Kecamatan SEnayang, LINgga dan SINGkep). Berdasarkan UU RI Nomor 31 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 dan secara de facto pada 2 Januari 2004 menyusul penunjukkan pejabat Bupati Lingga oleh Mendagri) baru berjalan efektif dan sesuai Perda Kabupaten Lingga Nomor 12 tahun 2011 atas persetujuan DPRD Lingga ditetapkan Hari Jadi Kabupaten Lingga, yang berjuluk Negeri Bunda Tanah Melayu pada setiap tanggal 20 November, merujuk pada pembentukan Lingga (Selinsing) menjadi Kabupaten Lingga yang disetujui DPR RI tanggal 20 November 2003. Kini, usianya telah 10 tahun.

Pemkab Lingga mengangkat thema ‘Lanjutkan Pembangunan untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera,” yang menurut pendapat LINGGA POS, adalah thema yang relevan, bahkan pada usia berapa pun Kabupaten Lingga itu ‘ada’. Adalah Daria, yang nota bene diberi amanah oleh rakyat Lingga untuk memimpin Lingga untuk dua kali jabatan yang kali ini berpasangan dengan Wakil Bupati Lingga Abu Hasyim. Rekam jejak pasangan ini tentu semua sudah maklum. Setidaknya, sepertiyang diakui Daria yang terangkum dalam pidato sambutannya sempena peringatan Hari Jadi Kabupaten Lingga ke-10 yang berlangsung di Lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah, Daik Lingga, Rabu (20/11).

BERHASIL SIGNIFIKAN.  

Pencapapaian-pencapaian duo kepemimpinan yang pada Pilkada lalu menyingkirkan pasangan Saptono Mustakim (mantan Wakil Bupati Lingga)-Rudi Purwonugroho dan Usman Taufik (mantan Pjs Sekda Lingga)-Hanafi Ekra, ditandai antara lain dengan berbagai sektor dan sub sektor mencangkup antara lain PDRB yang cukup signifikan pada kurun 2005-2012 yang tumbuh rata-rata 6,5 persen. Pada kurun 2005-2012 menyentuh angka 6,64 persen dibanding pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri yang 8,21 persen dan nasional 6,3 persen. Sedangkan Realisasi total belanja APBD Lingga mencapai Rp1,775 triliun dengan belanja modal sebesar Rp457 miliar yang diarahkan unuk membangun infrastruktur dasar masyarakat dengan PDRB Lingga pada 2004 sekitar Rp500 ribu per bulan atau Rp6 juta per tahun, meningkat menjadi Rp1,5 juta per bulan atau Rp12,6 juta per tahun. Capaian ini tentunya berkolerasi dengan tingkat pengangguran yang menembus angka 61,73 persen dari total penduduk usia 15 tahun ke atas atau berkisar 96,04 persen dari total angkatan kerja di Lingga. Dengan catatan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) laki-laki 3,22 persen dan TPT perempuan 4,24 persen, dibanding pada 2011 yang sekitar 3,55 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan masyarakat dari aspek pendidikan dan SDM yang telah menggelontorkan dana bea siswa untuk siswa SMK/SMAK sebesar Rp2,613 miliar kepada 2.475 keluarga miskin dan kepada mahasiswa S1, S2 dan SK dari dalam maupun luar daerah yang sejak 2009 telah menghabiskan dana sebesar Rp5,478 miliar kepada 847 mahasiswa. Sementara untuk menyukseskan wajib belajar 12 tahun, Pemkab Lingga telah menggesa membangun sekolah baru untuk jenjang SD 30 unit, SMP 22 unit dan SMA/SMK 14 unit yang tersebar di seluruh kecamatan.

AHH LINGGA CAPAI 70,26 PERSEN. 

Di bidang kesehatan, angka harapan hidup (AHH) Lingga pada 2012 mencapai 70,26 persen, lebih tinggi dibanding Provinsi Kepri 69,83 persen atau skala nasional yang 69,65 persen. Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan masyarakat di Lingga sudah ada RSU Lapangan di Daik sejak 2005, RSUD (RS type D) Dabo Singkep dan direncanakan pada 2014 dibangun lagi 1 unit RSUD di Daik melengkapi 5 unit Puskel, 36 Pustu, 35 Polindes dan 67 Posyandu, dengan tenaga dokter 23 orang, 144 bidan, perawat dan paramedis serta dana untuk Jamkesda sebesar Rp12,169 miliar. (bersambung)

Kategori: LINGGA
Topik populer pada artikel ini: daerah selingsing merupakan singkatan dari, negeri bunda melayu, negeri bunda tanah melayu