BICARA RASIS TERHADAP ISLAM, TRUMP DIKECAM PUBLIK AS

image

   New Hampshire, AS, LINGGA POS – Bakal calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump dikecam berbagai pihak karena pernyataannya yang rasis terhadap Islam. Pernyataan itu berawal dari seorang penanya kepada Trump terkait orang Islam sebagai ‘salah satu permasalahan AS’, saat berdialog di Balai Kota Rochester, New Hampshire, AS. “Ya, kita semua tahu presiden kita sekarang (Barack Obama) adalah salah satunya (Muslim). Anda juga tahu dia bahkan bukan orang Amerika,” kata Trump, menjawab pertanyaan tersebut, dilansir dari Startribune.com, Minggu (20/9).   Sikap Trump itu sangat berbeda dengan Senator John McCain, yang justru mengabaikan pertanyaan soal rasis dari pendukungnya dan mengangga angin lalu pada pemilu tujuh tahun lalu. Walhasil baik kubu Republik dan Demokrat mengecam habis-habisan. “Dia sudah tahu, atau dia semestinya tahu bahwa apa yang ditanyakan orang itu tidak benar,” sanggah Hillary Clinton, capres kuat dari Demokrat. “Dia seharusnya mengabaikan pertanyaan penuh kebencian itu,” kata Hillary, mantan ibu negara, dan pernah menjabat Menteri Luar Negeri AS. Kata Hillary, justru pemeluk Islam bisa menjadi Presiden AS, melalui Twitternya, Senin (21/9), “pasal 6 UUD AS, menyatakan hal itu,” sebutnya dan hingga Senin malam, pernyataannya telah di-retweet lebih dari 3.300 kali dan difavoritkan oleh 4.000 pengguna Twitter.   Sekretaris pers Gedung Putih Josh Earnest menyayangkan sikap Trump yang dinilai tidak menunjukkan patriotisme seperti John McCain dan kecewa lantaran Trump tidak berusaha meluruskan pertanyaan penanya, tapi justru meladeninya demi meraih suara terbanyak. Senator South Caroline Lindsey Graham juga mencuit komentar sinis Trump via Twitter, “Ada cara yang benar untuk mengatasi situasi seperti itu dan ada pula cara yang keliru, Donald,” sebutnya. Lain lagi Senator Texas dari Republik, Ted Cruz. “Keimanan Presiden Obama adalah urusan dia dengan Tuhan,” katanya. Sedangkan Gubernur New Jersey juga dari Republik Chris Christie berkomentar, “Andai ada orang yang berkata seperti itu pada rapat kampanye saya, saya pasti mengoreksinya.” Sementara capres dari Republik lainnya, Jeb Bush lebih halus mengatakan, “Obama adalah orang Amerika. Dia Kristen. Masalah dia karena bukan lahir di sini (AS), atau apa keimanannya. Masalahnya adalah dia orang liberal progresif,” tegas Bush.    PRESIDEN AS TAK DIPILIH KARENA AGAMA.  Bernie Sanders, capres dari Republik menegaskan presiden AS tidak dipilih berdasarkan agama atau warna kulit. “Kita terlalu lama curiga terhadap capres presiden dari Katolik atau keturunan Afrika. Masyarakat harus memilih presiden berdasarkan pemikirannya bukan karena agama atau warna kulitnya,” kata Bernie.   Tak kurang, pernyataan rasis Trump mendapat reaksi keras dari kelompok kebebasan sipil AS. Mereka mendesak agar pernyataan itu dicabut. Dewan Hubungan Bangsa Amerika-Islam menyatakan, “Harusnya mereka mengerti atau peduli terhadap konstitusi yang menyatakan agama seorang calon sama sekali tidak dipersoalkan,” kata Direktur Eksekutif Dewan, Nihad Anwad. (tc,bt dan sumber lainnya)

Kategori: MANCANEGARA, NASIONAL
Topik populer pada artikel ini: