HINGGA 2030, DAYA TAMPUNG JAKARTA HANYA 12 JUTA PENDUDUK

Jakarta, LINGGA POS – Pengamat tata ruang dan kota, Yayat Supriatna, memprediksi Jakarta hanya bisa menampung 12 juta penduduk saja hingga tahun 2030. Menurut dia, faktor migrasi menjadi komponen geografis utama yang memengaruhi laju pertambahan penduduk diibanding faktor kelahiran. “Sekarang saja sudah hampir 10 juta penduduk Jakarta setiap tahun (mencapai) 1,3 – 1,4 persen atau bertambah 135 – 140 ribu orang,” kata Yayat dalam diskusi Jakarta dan Penggusuran Untuk Siapa? di gedung PWNI DKI, Jakarta Timur, Kamis (21/4).  

image

Saat in lanjut dia banyak warga dari luar daerah yang masuk ke Jakarta sehingga kemampuan daya dukung kota tidak terpenuhi dan menyebabkan masyarakat menempati area lahan yang kurang diperhatikan dan dirawat pemerintah. “Kalau Jakarta tak memiliki daya dukung dan tampung, apa yang dibangun pemerintah pasti bersinggungan dengan bencana, konflik dan benturan sosial lingkungan,” ujarnya.   
Untuk menentukan harga tanah yang mahal membuat rakyat tak punya pilihan lain, Bahkan, kata dia, seperti mimpi bila pemerintah bisa membangun rumah susun murah di Jalan Sudirman – Thamrin mengingat harga tanah di kawasan itu sudah mencapai Rp 80 juta per meter. Jadi kecil kemungkinan kelompok tak mampu bisa mendapatkan rumah. Apalagi dalam konteks Jakarta sebagai ibukota negara sehingga menjadi kota modern yang maju dan memanusiakan warganya. Saat ini pemerintah sedang mencanangkan program 100-0-100, yang mencoba mendorong meningkatkan pelayanan kondisi permukiman.
Untuk 100 yang pertama maksudnya adalah 100 persen pelayanan air minum. 0 adalah kota didorong agar me-nol-kan kawasan kumuh dan 100 yang terakhir adalah 100 persen sanitasi, yakni berkaitan dengan masalah kesehatan lingkungan. “Orang bisa saja dipindahkan ke rusun. Tapi kalau hanya ditata bisa jadi kumuh. Sebab, tidak ada keberlanjutannya,” tuturnya. (friski riani/tc)

Kategori: NASIONAL Tags: , , , ,
Topik populer pada artikel ini: