KONGLEMERAT INDONESIA TERKUAK DI PANAMA PAPERS

image

Jakarta, LINGGA POS – Sejumlah nama konglemerat Indonesia menyewa jasa firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca, untuk mendirikan perusahaan di yuridiksi bebas pajak di luar negeri. Dalam dokumen daftar klien Mossack  — yang dikenal dengan Panama Papers — ada nama keluarga Mochtar Riady (peringkat 6 orang terkaya di Indonesia versi Forbes) Wilmar International Ltd yang dimiiki Martua Sitorus, dan keluarga Ciputa.    Ketua Tim Satuan Tugas Tax Amnesty, Bambang Brodjonegoro mengatakan timnya akan menelisik nama-nama konglemerat yang terdapat dalam Panama Papers. “Kita akan ‘cross chek di laporan pajak mereka,” kata Bambang melalui pesan pendek, Senin (9/5) dirilis dari Tempo.   
Dalam dokumen yang dipegang Tempo, pemilik Grup Lippo James Tjahaja Riady, tercatat pemegang saham di sebuah perusahaan bernam Golden Walk Enterprise Ltd yang didirikan dengan bantuan Mossack di British Virgin Islands, pada 2011. Putranya, John Riady juga tercatat sebagai pemilik Phoenix Pacific Enterprie Ltd di BVI. Menurut data Forbes kekayaan keluarga Riady mencapai USD 2,1 miliar atau setara Rp 2,9 juta.    Sedangkan Wilmar International Ltd tercatat memiliki dua perusahaan cangkang di daerah surga pajak atau ‘tax hapen’. Dua perusahaan itu adalah Klientwort Benson Trustess Ltd dan Gold Branch Enterprise Ltd Yang didirikan di  British Virgin Islands, April 2010. Wilmar International Ltd  dibangun oleh Martua pada 1991. Forbes merilis, Wilmar memiliki 450 perusahaan manufaktur di 15 negara dengan jumlah karyawan 90 ribu orang di seantero jagat dengan kekayaan mencapai USD 1,38 miliar atau setara Rp 18,9 triliun.    Adapun Ciputra, adalah pemegang saham perusahaan Grace Global Inc yang terdapat di British Virgin Islands. Forbes merilis kekayaan keluarga Ciputra mencapai USD 1,48 miliar atau setara Rp 19,7 triliun.   
Seperti dikabarkan sebelumnya, akses publik pada data Panama Papers dibuka Senin (9/5) dinihari WIB. Sejak 2015 lalu, 370 jurnalis dari 76 negara — diorganisir oleh The International Consortium of Journalist (ICIJ) — menelisik 11,5 juta data di dokumen itu. Tempo merupakan satu-satunya media di Indonesia yang tergabung dalan kolaborasi lintas negara ini. (tc)

Kategori: MANCANEGARA, NASIONAL Tags: , , ,
Topik populer pada artikel ini: