KORUPSI DI INDONESIA MAKIN MENINGKAT

Jakarta, LINGGA POS – Survey tentang persepsi dan pengalaman masyarakat terhadap fenomena korupsi di Indonesia menemukan fakta perilaku koruptif ini semakin meningkat. Hasil survey yang ditaja Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan 66,4 persen masyarakat menilai tindakan korupsi saat ini semakin meningkat. Survey yang digelar terhadap 3.900 responden di 34 provinsi tersebut mencatat 10,8 responden saja yang meyakini fenomena korupsi itu penurun, sedangkan 21,3 persen yakin tidak ada perubahan. Menurut peneliti CSIS Vidyandika, melalui metode survey pihaknya kombinasi yakni metode kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) di lima wilayah (Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Timur, Maluku Utara dan Banten) dengan berdasarkan klasifikasi masyarakat menjadi 3 yang ikut FGD yaitu pegawai negeri (ASN/birokrasi), non-ASN/masyarakat sipil dan masyarakat umum. Sementara untuk metode kuantitatif dilakukan di 34 provinsi dengan kategori responden berusia 19 tahun ke atas dan sudah menikah. Margin of Error survey ini sebesar 1,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

66,4 PERSEN SEBUT MENINGKAT.

“Pendapat masyarakat dibanding dua tahun lalu cenderung meningkat atau 66,4 persen, 21,3 persen tidak ada perubahan dan 1,5 persen tidak tahu atau tidak menjawab,” ungkap Vidyandika. Masyarakat menilai hal tersebut disebabkan lemahnya penegakan hukum bagi koruptor. 50,7 persen responden menilai penegakan hukum belum memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi itu. Pasalnya, tambah dia, hukuman rata-rata terpidana korupsi hanya 2 tahun.

KEPOLISIAN PALING RENTAN.

Saat diuji mengenai pengalaman masyarakat berhubungan dengan instansi pemerintah, dari pengakuan masyarakat sektor kepolisian ditengarai paling rentan terjadi korupsi. Berikutnya berada di partai politik dan DPR RI. (ph/pi)

Kategori: NASIONAL Tags: ,
Topik populer pada artikel ini: mengapa korupsi tamba meningkat