PANGARMABAR LAKSDA TNI AL AAN KURNIA, YANG PUTRA DABO SINGKEP


Dabo, LINGGA POS – BALIK KAMPUNG. Putra kelahiran kota Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, pada 51 tahun yang lalu atau tepatnya 22 Juli 1965, kini memegang jabatan paling strategis di TNI Angkatan Laut (AL). Sejatinya, Laksamana Muda (Laksda) TNI AL Aan Kurnia, S.Sos adalah selaku Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabarat) penyandang bintang dua yang dilantik pada 19 Agustus 2016 lalu di Dermaga Kolinlamil Tanjungpriok, Jakarta oleh Kastaf AL Laksamana TNI Ade Supandi, SE,MAP.
Aan Kurnia memulai kariernya di kemiliteran di Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 32 tahun 1987. Dan menempuh berbagai kursus antara lain kursus dan pendidikan Perwira Remaja (1987), Hely Deck Party (1988), Intensive English Course, Korbantem (1989), Perwira Pemeriksa (1992), Scuba Diver, Dikspespa Senjata Bawah Air Angkatan 6 (1992/1993), Cawak Parchim, DITC dan JOMSP Australia (1995), KPPK PFK Jerman (1996), Diklapa II Koum Angkatan 11 (1997/1998), Seskoal Angkatan 39 (2001), NESP Jepang (2002), Sesko TNI Angkatan 37 (2010), Lemhannas PPSA RI Angkatan 20 (2015). Suami dari Kurniawati Rachmadian dengan 2 putra Andika Akmal Faiq dan Farhan Fikri R. dan seorang putri Harnadia Firsya Diva ini juga telah mendapat berbagai penugasan di TNI AL baik di KRI maupun sebagai staf, sebut saja misalnya sebagai Komandan KRI Fatahilah 361 (2004), Padiklat Satgas Yekda LPD di Korea Selatan (2005-2007), Komandan Satuan Amfibi (Satfib) Koarmatim (2008), Komandan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim (2008-2010), Komandan Komando Latihan (Dankolat) Armatim (2010-2012), Asisten Operasi (Asops) Pangkoarmatim, Paban III Sopsal di Mabesal (2012), Komandan Lantamal IX Ambon (2012) menyandang bintang satu, Kepala Dinas Hidro Oseanografi (Kadishidros) lalu Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim (2013) dan Kepala Staf (Kastaf) Koarmatim (2014), Pangkolinlamil (2015) dan sekarang sebagai Pangmabar.

BALIK KAMPUNG.

Kedatangan Aan bersama isteri tercinta di Dabo Singkep, Senin (5/8) di tanah kelahirannya setelah puluhan tahun ‘merantau’ di negeri orang, tentu saja mendapat sambutan yang penuh keakraban dan haru biru bagi warga Dabo khususnya, yang kini sudah pula menjadi kabupaten yang beribu kota di Daik Lingga.

“Saya meninggalkan kota Dabo ketika berusia 5 tahun. Saya sempat kembali sebentar ke Dabo saat saya duduk di bangku SD mengikut orang tua saya di sini,” kisahnya saat temu ramah bersama Bupati Lingga Alias Wello dan undangan serta masyarakat Dabo di Gedung Daerah, Dabo Singkep. Meski pun begitu, ia mengaku masih ingat dengan beberapa tempat masa kecilnya bermain bersama kawan-kawan sebaya di tahun enam puluhan lalu. Ia merasa tersanjung atas sambutan yang penuh suprise dari masyarakat yang dimulai dengan pertunjukan pencak silat serta tradisi adat Melayu khas Lingga seperti prosesi Tari Persembahan, Sekapur Sirih, Tepung Tawar dan, bak pengantin keduanya disandingkan di pelaminan yang sebelumnya secara dadakan disiapkan tuan rumah. “Ini suatu kehormatan bagi saya dan isteri berada kembali di sini. Suatu kebanggaan dan karena tugas pengabdian bisa balik ke kampung saya. Ini semua tentu atas kehendak Allah SWT dan didikan orang tua saya yang cukup lama tinggal di Dabo ini,” kata Aan.

JAGA TEMPAT KELAHIRAN SAYA.

Menjawab permintaan Alias terkait pengamanan di laut (perairan) Lingga, Aan merespon dengan baik dan itu memang sudah menjadi tanggung jawabnya. “Itu tentu juga menjadi prioritas kami. Di kesempatan ini juga saya perintahkan langsung kepada anggota kita di sini, Lanal Dabo dan Lantamal untuk mengamankan laut Lingga. Jangan sampai tempat kelahiran saya sendiri tidak aman,” katanya sambil berseloroh dan mendapat sambutan meriah dari undangan yang hadir. Sembari ia mengingatkan perintah langsung itu dapat dilakukan dengan kerja sama dan sinergitas yang baik bersama seluruh elemen baik pengamanan maupu masyarakat tidak terkecuali.

BERBAGAI TANDA JASA.

Selama pengabdiannya di kemiliteran, Aan Kurnia telah banyak menerima tanda jasa dari pemerintah antara lain Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana GOM VII, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Kesetiaan XVI, XXIV, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Wira Dharma, Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Santi Dharma, Satya Lencana Dharma Nusa dan Lencana Komandan KRI. (pramadan hidayat/pk/wp/bp)

Kategori: LINGGA, NASIONAL Tags: , , , ,
Topik populer pada artikel ini: kapal dabok, Perusahaan kapal dabo