MENSOS : BANSOS TERINTEGRASI DALAM SATU KARTU 

Jakarta, LINGGA POS – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengelolaan bantuan sosial nantinya akan terintegrasi dalam satu kartu saja, termasuk pendataannya. Bantuan sosial (bansos) tersebut — yang akan diberikan secara non tunai — dan disebut dengan Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), “Diharapkan nantinya dapat terhindar dari kemungkinan pemotongan, reduksi kualitas berasnya dan bisa diminimalisasikan melalui bantuan pangan dan E-Warong (Warung Gotong Royong, red). Semuanya (terintegrasi) dalam satu kartu,” kata Khofifah usai menutup sosialisasi program penanganan fakir miskin di Surabaya, Sabtu kemarin. Menurut Mensos, bantuan melalui program itu sejatinya juga akan memberikan keleluasan bagi yang berhak menerimanya serta untuk menentukan kualitas pangan sesuai dengan yang diingini. “Penerima program ini bisa memilih beras dengan kualitas medium atau premium yang tentunya berbeda dengan beras untuk keluarga sejahtera (rastra) (yang disalurkan Bulog) yang sifatnya tidak bisa memilih,” tambah Khofifah. SUDAH BERLANGSUNG DI BEBERAPA DAERAH. Seperti diketahui, program bansos melalui BNPT ini sebelumnya sudah berlangsung setidaknya di beberapa daerah di Indonesia seperti di Jawa Timur misalnya. Bahkan dengan kartu ini, selain untuk pangan juga bisa membeli gas elpiji bersubsidi. Kartu BNPT saat ini sudah digunakan 1,4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan jumlah nominal sekitar Rp1,6 triliun. Pemerintah menargetkan pada 2018 dapat diberikan kepada sekitar 10 juta KPM di 200 kabupaten dan 98 kota di Tanah Air. Untuk menyukseskan program BNPT tersebut pemerintah telah menyiapkan sebanyak 9.783 E-Warong di 6 kabupaten dan 45 kota. (ph/fl,mi)

Kategori: LINGGA
Topik populer pada artikel ini: