MENKEU : INDONESIA DIBANGUN DENGAN HUTANG

Jakarta, LINGGA POS – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia dibangun dengan hutang. Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan salah seorang peserta Workshop Nasional Perempuan Legeslatif dan Eksekutif dan Kader Partai Golkar di Ball Room Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (27/8). “Di seluruh dunia, 192 negara, kecuali dua negara kecil dengan julukan tax heaven, semuanya punya utang. Banyak negara yang maju karena utang,” katanya. Namun, tentu saja tambah dia, bila utang tersebv dikelola dengan baik sehingga menjadi solusi untuk beberapa permasalahan di Indonesia. “Jadi, harusnya tidak perlu takut berutang selama kita yakin bisa mengelolanya,” tegasnya. Perempuan dengan 10 kakak beradik — Sri Mulyani anak ke 7 — mencontohkan semua saudaranya bisa masuk universitas meskipun pendapatan orang tuanya tidak cukup untuk membiayai mereka hingga perguruan tinggi. “Tapi semua anak-anaknya bisa kuliah. Biaya dari mana kalau bukan dari bea siswa dan berhutang,” ujarnya.

Sumber Foto: kemenkeu.go.id

TERNYATA JEPANG NEGARA PENGUTANG TERBESAR.

Hampir semua negara memiliki utang dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang berbeda-beda. Uniknya, bukan negara-negara berkembang seperti Afrika atau Amerika Selatan yang memiliki utang terbesar. Tetapi justru … Jepang, yang setidaknya jika dibandingkan dengan rasio PDB-nya, negara yang dikenal sebagai eksportir barang berteknologi tinggi dilansir dari Business Insider (5/7) sebagai negara pengutang nomor 1. Negara ini dengan presentase utang terhadap PDB-nya sebesar 243, 3 persen. Di posisi kedua hingga kelima adalah Yunani 181,6 persen, Lebanon 132,5 persen, Italia 132,5 persen, Jamaika 130,1 persen dan Portugal 126,2 persen.

BAGAIMANA DENGAN INDONESIA ?

Per Juni 2017, utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$335,2 miliar (triwulan II 2017) atau tumbuh sebesar 2,9 persen (yoy) dibanding periode yang sama 2016 (6,8 persen) (yoy). Pada akhir triwulan II 2017 mencapai US$290,0 miliar, sedangkan posisi ULN jangka pendek US$45,3 miliar. Jumlah itu dinilai lebih baik dibandingkan dengan Malaysia dan Turki. Menurut Bank Indonesia, perkembangan ULN pada triwulan II 2017 itu tetap sehat dan terkendali (keterangan tertulis BI, Selasa, 15/8-2017). (ph/l6/ec)

Kategori: NASIONAL Tags: , , , , , ,
Topik populer pada artikel ini: