TAHUN DEPAN, SEMUA TRANSAKSI DI KEPRI NON TUNAI

NonTunai

Tanjungpinang, LINGGA POS – Praktik transaksi keuangan secara tunai yang hingga saat ini tetap berlangsung dengan leluasa — meski pun sejatinya sejak 2014 — sudah dihentikan dibeberapa daerah, juga akan diterapkan di Provinsi Kepri mulai tahun depan. Dalam artian, semua transaksi keuangan baik di provinsi, kabupaten dan kota se-Kepri akan dilakukan secara non tunai. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah dalam gelar Diskusi Panel Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemda di salah satu hotel di Kota Tanjungpinang, tengah September lalu. “Tahun 2018, seluruh kabupaten dan kota serta provinsi di Kepri sudah melakukan sistem transaksi keuangan non tunai. Karena dengan sistem ini dinilai lebih aman, efektif, efisien dan cepat,” ujar Arif. Lanjut dia, transaksi non tunai sudah menjadi program pemerintah. Bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah (pemda) agar sistem tersebut dapat diimplementasikan paling lambat tahun depan. “Nantinya, dengan sistem transaksi non tunai para bendaharawan di setiap pemda akan berjalan lebih aman dan terhindar dari segala fitnah dan dengan sistem ini sebagai upaya kita untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik,” ujar politisi senior PDIP tersebut.

Senada dikatakan Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra. Melalui sistem ini nantinya bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Sebenarnya sistem pembayaran non tunai ini sudah berjalan sejak 2014 di beberapa daerah ditandai dengan MoU antar BI dengan gubernur se-Indonesia sejak menyusul dilaunching pada 2014 lalu,” ungkapnya. Melalui pembayaran non tunai maka transaksi keuangan akan lebih efisien, akurat, aman dan nyaman. “Inilah nilai plus dari sistem ini,” tutup Gusti. (ph/bp/humas pemprov)

Kategori: KEPRI Tags: , , , , ,
Topik populer pada artikel ini: