104 DESA DARI 299 DESA DI KEPRI BELUM TERALIRI LISTRIK

pln

Batam, LINGGA POS – Manajer SDM dan Umum Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau-Kepri Dwi Suryo Abdullah mengatakan hingga saat ini masih ada 104 desa dari seluruhnya 299 desa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum teraliri listrik. “Untuk memyediakan listrik di Kepri memang tidak mudah dibanding dengan provinsi lainnya karena bentuk geografis daerah ini yang terdiri dari kepulauan. Berbeda dengan di Pulau Jawa. Kalau di sana satu pembangkit listrik disalurkan lewat kabel, kalau di sini (Kepri) mau atau tidak mau pakai isolated,” kata Dwi di Batam, Rabu (18/10) dikutip dari Metro Batam.

Lanjut dia, rasio elektrifikasi di Kepri saat ini sudah mencapai 95,8 persen dimana PLN setempat setidaknya sudah memiliki 53 Sub Rayon dan hampir seluruhnya menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Namun demikian, PLN setempat menargetkan bisa menerangi 33 desa paling tidak hingga akhir tahun ini. Sedangkan sisanya akan dituntaskan pada akhir tahun depan sehingga rasio elektrifikasi di Kepri bisa mencapai 98 persen. “Untuk 33 desa itu PLN telah menyiapkan 84 mesin untuk PLTD dengan total kapasitas 45,5 MW (mega watt) yang akan disebar ke 27 pulau-pulau di 33 desa,” tambahnya. Sebagai catatan, saat ini PLN memiliki pelanggan di seluruh Kepri mencapai 235.370 orang dimana sekitar 85 persen dari jumlah itu adalah pelanggan rumah tangga.

93 PERSEN WILAYAH RI TERANG BENDERANG.

Sementara itu secara nasional Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan rasio elektrifiksi di wilayah Indonesia sudah mencapai 93,08 persen dari target yang dipatok sebesar 97,35 persen sudah teraliri listrik. “Capaian ini mengalami kenaikan dibanding pada 2014 (84,35 persen), 2015 (88,30 persen) dan di 2016 (91,16 persen). Sementara target rasio elektrifikasi mencapai 95,15 persen pada tahun depan dan 97,3 persen pada tahun berikutnya,”kata Arcandra pada konfrensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin kemarin. (ph/mk)

Kategori: KEPRI Tags: , , ,
Topik populer pada artikel ini: