LUAR BIASA, SEHARI PEROKOK INDONESIA HABISKAN RP1 TRILIUN!

Jakarta, LINGGA POS – Koordinator Program Pengendalian Tembakau Yayasan Pusaka Indonesia, OK Syahputra Harianda mengungkapkan dalam satu hari saja, perokok di Indonesia ‘membakar’ uang sekitar Rp1 triliun untuk mengosumsi rokok. Hal itu, rinci dia, merujuk pada data bahwa saat ini di Tanah Air ada sekitar 90 juta perokok aktif dimana setiap orangnya menghabiskan sebanyak 12,3 batang per hari. “Dengan patokan satu batang rokok seharga Rp1.000, maka setiap orang menghabiskan dana sebesar Rp12.300 per hari untuk membeli rokok. Itu hasil Riskesdas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 2013 lalu. Setiap tahun kemungkinan naik, karena data perokok kecenderungannya naik. Bisa jadi belanja rokok di Indonesia naik,” kata OK dirilis dari Antaranews.com.

Karena itu lanjutnya, ia setuju bila pemerintah menaikkan pajak rokok apalagi perolehan pajak itu digunakan untuk pembiayaan kesehatan. Penetapan pajak rokok itu juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelayana pemerintah daerah (pemda) dalam menyediakan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan diterapkannya pajak rokok juga dapat berimbas pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dimana cukai rokok itu dapat menekan jumlah kosumsi rokok serta mengurangi peredaran rokok ilegal sekaligus dapat melindungi masyarakat, khususnya para perokok pasif dari dampak buruk paparan asap rokok orang lain.

2018, CUKAI ROKOK NAIK.

Sementara itu, pemerintah telah memutuskan akan menaikkan tarif cukai hasil tembakau (cukai rokok) pada tahun 2018. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan, besaran kenaikan cukai rokok tersebut sebesar 10,04 persen dan berlaku efektif mulai Januari. Menurut Sri, kenaikan tarif cukai rokok itu sejatinya dilakukan dengan empat pertimbangan yakni dari aspek kesehatan dan kosumsi rokok yang harus dikendalikan; mencegah peredaran rokok ilegal; kesempatan kerja masyarakat utamanya buruh tani dan buruh perusahaan rokok; dan untuk penerimaan negara. (ph/at,intisari.grid.id)

Kategori: NASIONAL Tags: , , ,
Topik populer pada artikel ini: