JK : SURGA JANGAN DIJUAL MURAH

Mataram, LINGGA POS –

ANTISIPASI RADIKALISME.

“Tantangan Islam itu adalah radikalisme, pikiran yang berlebihan karena pikirannya hanya satu, surga. Kenapa radikalisme muncul? Karena pikiran surga. Ingin jalan pintas untuk menuju surga. Kenapa ada orang ingin bunuh diri, apa yang dia cari? Surga. Ingin (masuk) surga secara cepat,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Mataram, Nusa Tenhara Barat, Sabtu (25/11). JK mengingatkan sudah banyak tindak radikal dan terorismd yang terjadi diberbagai belahan dunia saat ini, termasuk di Eropa. “Salah satunya terjadi baru-baru ini di Mesir dimana terjadi serangan bom bunuh diri di Masjid Al Raudah, Sinai Utara, Mesir (Jumat, 24/11) memakan korban lebih dari 300 orang, red),” tambah JK. Dia berharap seluruh manusia bisa menangkal radikalisme itu melalui pegangan yang baik utamanya tentang agama. “Jadi surga jangan dijual murah, sehingga orang-orang yang tidak mau beribadah tapi mau masuk surga bisa tergiur dengan ajakan masuk surga secara instan (cepat),” kata penyandang gelar adat Melayu Sri Perdana Wira Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sempena HUT Kabupaten Lingga, Kepri dengan menggelar kegiatan Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa (PMTMA) di Daik-Lingga, 17 – 26/11-2017 yang diikuti juga oleh negara tetangga Malaysia, Singapura, Thailand, Brunai dan Filipina.

DULU YANG DITANYA KIAI, SEKARANG KE PONSEL.

Terkait perkembangan teknologi globak dewasa ini menurut JK telah memengaruhi berbagai aspek. Ada dampak baik tetapi juga dampak buruk bagi masyarakat Indonesia. “Saat ini modernisasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Termasuk keuntungannya di televisi ada 39 ribu dakwah setiap tahun. Bayangkan jika yang menonton 1 juta, maka berapa banyak orang yang menonton pertahunnya,” imbuhnya. Namun, dampak negatifnya lanjut dia, terjadi perubahan perilaku masyarakat khususnya generasi muda saat ini sehingga pemerintah harus mencari solusi untuk mencegah masuknya pengaruh buruk perkembangan digitalisasi. “Pesantren kita harus berfikir bagaimana mendidik generasi yang baru ini (millenial, red) dimana anak sekarang memiliki ponsel. Ini harus segera dijawab dan diperbaiki karena kalau tidak, pengaruh dari luar akan gampang masuk. Zaman dulu yang ditanya Pak Kiai, tetapi sekarang tanya ke ponsel,” ujar JK. (ph/mdk)

Kategori: NASIONAL Tags: , , , , , ,
Topik populer pada artikel ini: