SURVEI APJII, HAMPIR 90 PERSEN INTERNET DI INDONESIA UNTUK CHATTING 

   imagesJakarta, LINGGA POS – Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam Survei Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017 terhadap 2.500 responden dari seluruh Tanah Air menyebutkan, hampir 90 persen layanan yang diakses pengguna internet di Indonesia adalah untuk perbincangan alias chatting, menyusul kemudian akses terhadap media sosial (medsos). “89,35 persen layanan yang diakses chatting, 87,13 persen medsos, upload foto di Instagram, facebook, dan sebagainya,” papar Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (19/2). Berada di peringkat ketiga lanjut dia, yakni pencarian (search engine) (74,84 persen), melihat gambar atau foto (72,29 persen), membeli barang (32,19 persen), menjual barang (8,12 persen) dan terendah, layanan perbankan hanya 7,39 persen.

ADA 143,26 JUTA JIWA PENGGUNA. Lanjut Henri saat ini ada sebanyak 143,26 juta jiwa di 2017 pengguna internet dari sebanyak 262 juta jiwa populasi Indonesia atau setara dengan 54,68 persen dari total penduduk. Sementara dari hasil survei profil pengguna berdasarkan kelas ekonomi, sebagian besar adalah masyarakat level ekonomi C, yakni strata ekonomi sosial menengah bawah (74,24 persen), level ekonomi B (16,02 persen dan level ekonomi D (7,39 persen). Sementara di level ekonomi A (strata ekonomi sosial atas 1,98 persen. Adapun penetrasi pengguna internet pada level ekonomi A mencapai 93,10 persen, B dan C masing-masing 82,95 persen dan 58,55 persen dan D sebesar 21,72 persen. Berdasarkan pemilikan peringkat, 50,08 persen pengguna memiliki ponsel pintar (smartphone) atau tablet dan 25,72 persen memiliki komputer atau laptop.

 REMAJA PENGGUNA TERBESAR. Dari jenis kelamin, diketahui kalangan remaja adalah yang terbesar pengguna internet (51,43 persen laki-laki), 48,05 persen perempuan dengan rentang usia 19 – 34 tahun (49,52 persen), 35 – 54 tahun (29,55 persen), 13 – 18 tahun (16,68 persen). Namun, penetrasi internet pada kelompok remaja 13 – 18 tahun sebesar 75,50 persen, 19 – 34 tahun (74,23 persen.    Survei yang ditaja APJII tersebut menggunakan teknik multi – stage cluster sampling dengan jumlah responder 2.500 dan margin of error mencapai +/- 1,96 persen dan level confidence survei mencapai 95 persen. (aqsa leonardo rahardian/jt,kc)

Kategori: ENTERTAIN, IPTEK Tags: , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkini

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.