LAWATAN SEJARAH DAN GELAR BUDAYA LINGGA

Daik, LP(10/12) – Berlangsung sekitar 7 hari (5-11/12-2011, kegiatan bertajuk Lawatan Sejarah dan Gelar Budaya Lingga, Bunda Tanah Melayu di buka dengan resmi oleh Bupati Lingga, Daria yang bergelar Datuk Setia Amanah, Jumat (9/12) malam. Kegiatan ini berlangsung meriah dan semarak dengan berbagai tampilan aktraksi pagelaran seni dan budaya Melayu khas Kabupaten Lingga, seperti pagelaran seni di Desa Musai dan Desa Panggak Laut, Kecamatan Lingga juga pertunjukan pementasan bangsawan dan kegiatan yang sama dilaksanakan di halaman Hang Tuah, Daik sejak tanggal 7 Desember 2011.

Diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dalam dan luar negeri seperti dari Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura dan Thailand terdiri dari budayawan, seniman, mahasiswa dan pelajar. Dari dalam negeri ikut peserta dari Jakarta, Bandung dan Kalimantan. Dikatakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Lingga, Junaidi, disamping pertunjukan pentas seni dan budaya serta lawatan ke objek-objek peninggalan sejarah, pihaknya juga mengadakan seminar dengan thema bahasan motto Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu. “Beberapa nara sumber telah siap dalam kegiatan itu seperti dari Kementerian Pariwisata RI Dr Restu Gunawan, dari Pekanbaru Prof DR Yusmar Yusuf, dari Kalimantan Barat Wahyu Hidayat dan dari Malaysia Syamsuddin Oesman,” terangnya.

Seperti diketahui, Daik Lingga dahulunya adalah pusat Kerajaan Riau-Lingga. Menurut sejarah, Kesultanan Riau-Lingga ini dibawah kekuasaan Sultan Abdul Rahman Muadzam Shah I, sebagai Sultan pertama. Banyak peninggalan sejarah yang kini jadi prasasti dari kebesaran bangsa Melayu diantaranya Mesjid Jamik Daik yang dibangun pada masa Sultan Mahmud Riayat Shah (1761-1812), bekar Istana Damnah yang didirikan pada 1860 di masa Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi sebagai Yang Dipertuan Muda Riau X (1857-1899), Bilik 44, yang terletak di lereng Gunung Daik, dibangun baru pondasi oleh Sultan Mahmud Muzafar Syah karena beliau keburu dipecat Belanda pada 1812 dan banyak lagi peninggalan sejarah lainnya seperti Kubu Pertahanan (benteng) di Pulau Mepar, Makam Bukit Cengkeh, Makam Merah dan Rumah Datuk Laksemana Daik. (syk)

Kategori: LINGGA Tags: 
Topik populer pada artikel ini: sejarah daik lingga