Lagi, bensin langka di Lingga

image

ilustrasi bensin eceran

Dabo,LP( 5/1 ) – Baru masuk hari Rabu (4/1 ) kios-kios penjualan BBM di kota Dabo, Kecamatan Singkep dan Raya, Kecamatan Singkep Barat dan sekitar desa di daerah ini kembali langka pada malam harinya. Beberapa kios hanya buka secara sporadis itu pun dengan hanya membuka pintu kios tanpa memajang minuman kuda besi itu ditempatnya biasa dipajang. Tambahan pula para pembeli disamping mengisi tangki kendaraannya dengan penuh, juga masing-masing membawa drigen atau botol aqua bekas untuk membeli BBM buat persediaan di rumah. Bensin benar-benar langka sejak hari Senin (2/1). Di kios Berkah, Jalan Merdeka, Dabo Singkep hanya menjual bensin yang dapat dibeli maksimun dengan harga Rp5 ribu saja perkendaraan. “Maaf, tidak bisa lebih pak. Agar semuanya kebagian. Ini pun hanya tinggal puluhan liter saja,” ujar pelayan kios, bersama rekan-rekannya yang sibuk melayani pembeli.

Dari pantauan LINGGA POS, memang hari itu banyak kios yang tutup. Hal yang sama terjadi juga di Raya, Singkep Barat. Kimra (42), warga Sekop Laut, Dabo mengalami hal yang sama. Hari itu kendaraan roda duanya seharian parkir di rumah karena tidak ada bensin, karena kios yang biasanya banyak disekitaran rumahnya tidak buka. Beruntung Suwahyu (39) warga Bukit Timah, Dabo berhasil mengisi kendaraan roda duanya di daerah Setajam, Dabo namun dia harus mengeluarkan uang senilai Rp15 ribu untuk satu botol aqua ukuran sedang yang dibelinya di salah satu kios penjualan BBM. “Bensin ini kami beli di Raya pak. Kalau mau saya isi,” katanya meniru ucapan penjual di kios yang memang satu-satunya buka disana.

Sampai saat berita ini diturunkan, tidak diketahui apa sebenarnya penyebab langkanya BBM di Lingga. Kabid Perdagangan Disperindag Lingga, Syaiful hanya berkomentar pasokan BBM untuk Lingga masih dalam perjalanan. Kata dia, dari informasi agen BBM atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker (SPB) Junaidi, BBM tetap diangkut sesuai kuota tersedia untuk kosumsi Kabupaten Lingga yang di bawa kapal pengangkut dari Pertamina, Tanjung Uban langsung ke stasiunnya di pelabuhan Desa Sungaibuluh, Singkep Barat. “Kita berharaplah, agar hal ini tidak terjadi terus menerus. Alih-alih BBM langka di Lingga. Hendaknya pihak terkait dapat segera mencari solusi, kenapa terjadi seperti ini,” kata Syafri (61) warga Kampung Telex, Dabo. Dia juga minta agar para wakil rakyat (anggota DPRD) Lingga segera pro aktif untuk mengatasi kelangkaan BBM agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Malah, tambah dia karena takut kehabisan mereka membeli secara tidak wajar dan menyimpannya di rumah. Hal ini tentu sangat merugikan semua pihak disamping bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. (arn)

Kategori: LINGGA Tags: , , ,
Topik populer pada artikel ini: