UMRAH GRATISKAN MAHASISWA HINTERLAND

image

UMRAH Tanjungpinang (melayuonline)

Tanjungpinang,LP (26/1 ) – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) akan menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa hinterland se-Kepri. Kuliah gratis ini hanya berlaku bagi tamatan SMA sederajat yang meraih juara 1 sampai 10 di sekolahnya. Purek II UMRAH, Prof Dr H Mohamad Zein mengatakan, program ini sudah berjalan sejak 2010, dengan menerima kuota 10 orang mahasiswa per kabupaten/kota se-Kepri. 2011, turun menjadi 5 orang per kabupaten/kota se-Kepri . “Tahun ini pasti ada. Tapi kuotanya belum kami tentukan. Bagi yang berminat, silahkan mendaftar melalui Kadis Pendidikan kabupaten/kota setempat,” terang Zein.

Saat ini UMRAH memiliki 5 fakultas, yakni teknik, kelautan dan perikanan, keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP), ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip) , dan ekonomi (Fekon). Seiring penegerian UMRAH, sudah diajukan penambahan fakultas baru ke Kementerian Pendidikan RI, yakni fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam terdiri dari jurusan matematika, biologi, dan kimia. Diusulkan juga fakultas hukum, serta program studi (prodi) manajemen ke dalan Fekon. Lalu penambahan prodi bahasa Inggris ke dalam FKIP.

Zein juga mengatakan, pihaknya belum menetapkan kuota penerimaan mahasiswa untuk Gelaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012. Padahal, awal Februari depan, seleksi tahunan itu sudah dimulai dengan pendaftaran SNMPTN 2012 jalur undangan. Untuk itu UMRAH harus melaporkan berapa kuota mahasiswa baru yang akan diterima dalam seleksi SNMPTN 2012 tersebut.

“Kami belum menentukan rinciannya, karena belum kumpulkan kuota. Sekembali dari Jakarta dalam rangka penegrian tenaga dosen, SOTK, akan kami rapatkan,” kata Zein. Tentunya UMRAH akan memperhitungkan dulu berapa kapasitas dan kemampuae mahasiswa yang pantas diterima, karena jalur penerimaan ketika UMRAH belum negeri berbeda setelah UMRAH negeri. Seperti diamanahkan Mendikbud, seluruh kampus akan mengalokasikan 60 persen kuota mahasiswa baru untuk SNMPTN, sisanya 40 persen baru digunakan untuk seleksi mandiri. (bp)

Kategori: KEPRI Tags: , , ,
Topik populer pada artikel ini: