X

Syiar Islam : GEREJA JADI TEMPAT SHALAT UMAT MUSLIM

(LINGGA POS) – Gereja Santo Yohanes Penginjil di Kota Aberdeen, Skotlandia menjadi gereja pertama yang turut dijadikan tempat kaum Muslim melaksanakan shalat lima waktu. Stasiun televisi STV melaporkan, tengah bulan Maret lalu, Gereja itu saat ini juga menjadi tempat bagi ratusan kaum Muslim melaksanakan ibadah ritualnya saban hari. Ini dikarenakan Masjid yang terletak di daerah itu sangat kecil dan memaksa mereka harus melaksanakan shalat berjamaah di luar ruangan. Bagian ruang utama gereja itu saat ini telah diserahkan dari Pendeta Isaac Poobalan kepada Imam Ahmad Megharbi dan jamaahnya. Terkadang, jika jamaah yang datang lebih banyak, mereka juga menggunakan kapel utama di gereja itu untuk shalat. Poobalan (50 tahun) mengatakan dirinya pernah berada dalam lingkungan Islan ketika besar di India dan ini membantu dia untuk memahami bahwa baik umat Islam maupun umat Kristen dapat berdoa bersama-sama di Aberdeen. Dia mengatakan ketika dirinya menjelaskan kepada jemaat gerejanya bahwa Alkitablah yang mengajarkan bagaimana seharusnya kita memperlakukan sesama kita dengan baik dan toleran. “Namun ketika saya berbicara kepada Imam Ahmad mengenai hal ini memang sempat ada keraguan apakah mereka mau menerima tawaran dari kami. Sebab ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Tapi mereka langsung menyambuttawaran kami,” kata Poobalan. Sementara Uskup Aberdeen, Hugh Edward Gilbert mengatakan, dirinya berharap apa yang dilakukan baik kaum Muslim dan Nasrani di Aberdeen dapat mempeeratkan semua pihak. “Inilah yang terjadi antara Gereja Santo Yohanes Penginjil dan Masjid di kota itu. Semua orang bisa melakukan sesuatu secara lokal dan jika ada banyak orang melakukan hal itu maka sesuatu yang besar mungkin saja dapat terjadi secara global. Itu sebabnya kita damai berada di Aberden,” ujar Uskup Gilbert. Tren di Eropa. Andrew Crompton, profesor di Universitas Liverpool, Inggris mengatakan dalam Journal of Architecture hingga kini sudah ada sekitar 1.500 ruang ibadah bersama yang bisa digunakan oleh semua umat beragama di Inggris.

Majalah The Economist pekan lalu melaporkan dalam satu dekade terakhir, ruang ibadah bersama antar umat beragama itu tumbuh cukup pesat. Sekitar 90 tempat diantaranya terbuka dan bisa digunakan oleh umat beragama. Di pintu ruang itu biasanya ditempel tanda simbol umat beragama dari mulai Islam, Kristen, Hindu, Budha, Yahudi dan agama lainnya.Tren ini semakin meluas di Eropa terutama di tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang seperti bandar udara, stasiun kereta, pusat perbelanjaan dan stadion sepakbola. Sebuah ruang ibadah di stasiun kereta Kota Zurich di Swiss bisa dipakai sekitar 1.000 pengunjung saban hari selama masa liburan. Di bandara Heathrow, ibukota London, kini ada 10 ruang ibadah bersama yang dua diantaranya masih dibangun. Di stadion markas badan sepakbola dunia FIFA di Zurich juga ada ruang ibadah bersama, juga di stadion Etihad Kota Melbourne, Univesitas Goethe di Kota Frankfurt, Jerman, tercatat sebagai tempat pertama di Jerman yang memiliki ruang ibadah bersama pada tahun 2010. Tempat-tempat (ruang) ibadah bersama itu memang digunakan secara bergantian oleh masing-masing umat beragama tersebut. (fm,pw,mdk)