X

LINGGA RAIH JUARA I PARADE TARI DAERAH SE-KEPRI 2013

Tanjungpinang, (LINGGA POS) – Tim tari dari Kabupaten Lingga berhasil meraih juara I pada Parade Tari Daerah Se-Kepri tahun 2013 yang ditaja Dinas Kebudayaan (Disbud) Pemprov Kepri yang berlangsung di halaman Gedung Daerah Kepri, Tanjungpinang, Sabtu kemarin. Seperti tim dari tujuh kabupaten/kota lainnya di Kepri, tim tari Lingga juga mengirimkam dua timnya pada kegiatan parade tari ini, dan Sanggar Tari Megat Syah Alam Lingga meraih peringkat juara I dan berhak membawa pulang piala bergilir Gubernur Kepri, piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp20 juta. Pada kejuaraan yang sama sebelumnya (2012), peringkat I diberikan kepada Sanggar Tari Sri Bintan Telani dari Kota Tanjungpinang. Dengan demikian tim tari dari Lingga nantinya akan mewakili Provinsi Kepri pada Parade Tari Nasional yang akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 23 Agustus 2013.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Arifin Nasir mengatakan, kepada tim penyaji tari terbaik ini akan terus mendapatkan pembekalan dan pelatihan yang kontinyu agar dapat tampil lebih sempurna dan diharapkan dapat meraih juara umum di tingkat nasional. “Target ini tidaklah muluk-muluk, sebab pada tiga tahun belakangan ini tim tari dari Kepri selalu meraih juara umum 2 se-Indonesia dan terbaik se-Sumatera,” kata Arifin. Kata dia, untuk memotivasi para peserta, pihaknya juga telah mengundang tim tari eksebisi atau penampilan tim undangan dari Sri Warisan Institute Kesenian Malaka serta tim tari Palembang (Sumatera Selatan). Sementara dua juri penilai disamping dari Kepri sendiri juga dari Jakarta. “Para peserta diharuskan membawa masing-masing tema tentang tari kreatif Melayu berdasarkan hasil kearifan lokal dan cerita atau legenda tempatan yang dituangkan dalam gerak tari,” jelasnya.

Ketua Pelaksana Parade Tari Daerah Se-Kepri 2013 Ria Wina mengatakan, ajang ini sangat baik utamanya bagi seniman tari, dan para pemuda serta remaja agar kelak muncul seniman tari berbakat dan juga untuk mendorong bagi pelaku seni tari atau pemilik sanggar seni di daerah agar dapat terus berkarya, berkreasi sembari diapresiasi kegiatannya oleh Pemprov Kepri. Senada dikatakan oleh Gubernur Kepri HM Sani dalam sambutannya, bahwa diselenggrakannya kegiatan ini adalah sebagai upaya menumbuhkembangkan budaya Melayu ditengah globalisasi budaya Barat. “Kegiatan ini kita lakukan setiap tahun dan diharapkan pelaksanaannya semakin besar dan menyentuh. Budaya Melayu adalah budaya yang seharusnya bisa dijadikan benteng untuk membendung lajunya budaya asing yang semakin gencar menggerogoti kita,” kata Sani. Untuk itu Sani meminta instansi terkait di daerah dapat terus melakukan pembinaan terhadap sanggar-sangar seni agar dapat meningkatkan peran sertanya. Meningkatkan kreatifitas, dan inovasinya dalam mengembangkan budaya khas Melayu, termasuk juga dalam seni rupa, musik maupun lagu. Sani menjelaskan, pada Oktober 2013 kembali Pemprov Kepri akan mengadakan Pagelaran Seni Melayu dalam kapasitas internasional bertajuk Tamaddu Melayu. Kegiatan ini setidaknya diikuti sebanyak 14 provinsi di Indonesia dan 7 peserta dari luar negeri (negara). Ajang ini dimaksudkan untuk memupuk rasa persaudaraan dan mengembangkan budaya Melayu sejagat, sehingga cita-cita untuk menjadikan kawasan Kepri sebagai negeri Bunda Tanah Melayu dunia dapat diwujudkan. (rasn,af)

Categories: KEPRI LINGGA

View Comments (3)