X

DINKES LINGGA RAZIA PRODUK MAKANAN

Dabo, (LINGGA POS) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lingga, Camat Singkep dan didampingi pihak kepolisian melakukan razia atau monitoring produk makanan di Dabo Singkep dan sekitarnya, Jumat lalu. Setiap produk bahan makanan diteliti kemungkinan sudah kadaluarsa alias tidak layak dikosumsi dan atau juga mengandung bahan kimia serta tidak melalui izin resmi dari pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, yang ditandai dengan adanya label atau register dari BPOM pada kemasan atau produk yang layak edar di pasaran. Kepala Dinkes Lingga Ignatius Luti, Camat Singkep Kisan Jaya dan para pihak terkait dalam monitoring itu langsung turun ke lapangan dengan mendatangi mini market dan toko-toko, tempat pembuatan roti dan kue-kue lebaran yang marak da menjelang bulan suci Ramadhan. “Monitoring ini kita lakukan untuk setidaknya dapat meminimalisir beredarnya bahan makanan yang sudah kadaluarsa atau mengandung zat-zat kimia yang berbahaya menjelang lebaran tahun ini,” kata Ignatius Luti, Kadinkes Lingga yang juga pemain andal tenis meja ini. Kata dia, tidak hanya di mini market saja, tim monitoring juga melakukan razia di pertokoan terhadap produk makanan yang banyak beredar khususnya pada bulan puasa. Tim juga mengambil beberapa sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. “Beberapa bahan makanan seperti tahu, makanan ringan lainnya kita ambil untuk dicek bahan-bahan atau resep pembuatannya. Apakah ada mengandung bahan kimia berbahaya dan tidak layak lagi di kosumsi,” tambah Luti.

Disebutkan Kasi Penyehatan Lingkungan (PL) Dinkes Lingga Sri Dewi, kepada pihak pengusaha makanan berupa kue dan roti agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan memberikan para pekerjanya pemahaman perlunya menjaga kesehatan diri antara lain dengan menggunakan sarung tangan, penutup kepala dan celemek saat melakukan aktivitasnya. Dan membuat lingkungan kerja yang bersih. “Kita akan berikan sanksi sesuai peraturan yang ada jika ada terdapat para pekerja yang tidak menggunakan peralatan standar kebersihan, apalagi yang sudah mendapat peringatan sebelumnya,” kata Dewi. “Rencananya kita akan melakukan monitoring ini sebulan sekali,” imbuh Luti, sembari menghimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang lebih hati-hati dalam membeli makanan agar terhindar dari terserang penyakit karena membeli produk makanan yang sudah tidak layak dikosumsi, dan atau makanan yang mengandung zat kimia berbahaya. “Bisa dilihat tanda kadaluarsanya di setiap item atau ada register dari BPOM yang tertera di kemasannya,” kata Luti. (arn)

Categories: LINGGA