X

Syiar Islam : PERJUANGAN NOOR TAGOURI MENJADI PENYIAR BERITA BERHIJAB PERTAMA di AS

(LINGGA POS) – Noor Tagouri (19) sudah mengetahui mimpinya sejak berusia 8 tahun usai menonton acara Oprah Winfrey Show. Saat itu dia langsung menetapkan cita-cita : menjadi penyiar berita di media nasional Amerika Serikat (AS). Belakangan saat berhijab, tekadnya makin jelas, menjadi penyiar berita pertama yang berhijab di negara Paman Sam itu. Lahir dan dibesarkan di Kota Bowie, Marryland, AS, Noor dilahirkan dari pasangan imigran Libya. Dia memakai hijab setelah masuk sekolah Islam sekitar 5 atau 6 tahun lalu. “Sebelumnya saya tak pernah terpikir untuk memakai hijab. Dan, berpikir bahwa dengan berhijab ini jangan dijadikan halangan (untuk menjadi penyiar berita). Saya justru ingin menjadi penyiar berita pertama yang mengenakan hijab,” kata Noor di pusat kebudaybn AS,@america, Pacific Place, Kamis (16/1) malam lalu.

IPK SEMPURNA, 4. 

Saat sudah menentukan mimpinya, Noor menggapainya dengan kerja keras. Mengirimkan puluhan lamaran beasiswa hingga magang ke stasiun radio dan TV di AS. Hasilnya, saat awal di SMA, dirinya masuk ke kelas percepatan persiapan kuliah selama 2 tahun di Prince George Community Collage dan berhasil memecahkan rekor lulusan termuda, 18 tahun, dalam sejarah dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna, 4. Atas prestasinya ini dia menerima beasiswa untuk melanjutkan studinya ke Universitas Marryland mengambil bidang jurnalisme penyiaran dan pembangunan internasional dan manajemen konflik, serta menargetkan lulus dalam 2 tahun saja saat usianya 20 tahun. Di kampus, Noor tak hanya belajar, melainkan juga menjadi tutor matematika, aktif dalam pers kampus, menjadi humas Asosiasi Mahasiswa Muslim, mendirikan klub di bidang lingkungan, memberikan seminar tentang hijab, menjadi aktivis anti perdagangan manusia, dan sebagainya. Tak lupa, selama masa kuliah dia mengirimkan lamaran ke beberapa stasiun radio dan TV berita.

DITERIMA di STASIUN TV ABC.

Hasilnya, ia diterima magang di stasiun radio musik di Washington DC, stasiun TV berita ABC di kota yang sama, CBS dan WUSA9. Saat magang di stasiun TV ABC, dia berpose di meja presenter berita dan memotretnya, lalu mengunggahnya ke media sosial, Facebook. Tak disangka postingan itu mendapat ribuan ‘Like’ dan banyak dukungan. Dia juga bertemu dengan Anderson Cooper, penyiar berita terkenal CNM. Saat itu Noor mengungkapkan keinginannya menjadi penyiar berita dan tak segan-segan memberikan CV kepada Anderson. Desember 2012, dia membuat gerakan di Twitter bertagar LetNoorShine dan membagi impiannya dengan pengikutnya serta membentuk komunitas. Ketika ditanya apakah dirinya selama magang dan di kuliah mengalami diskriminasi karena menjadi perempuan, muslim dan berhijab, yang merupakan kombinasi sempurna untuk minoritas? “Tantangan paling berat yang saya hadapi bukanlah diskriminasi, melainkan orang-orang yang mengatakan bahwa, kamu tak mungkin bisa meraih mimpi itu,” jawabnya diplomatis. Dirinya mengaku tak mengalami diskriminasi selama tumbuh dan besar di negara adidaya itu. Ketika ditanya bagaimana tumbuh menjadh seorang muslimah di AS yang dasarnya adalah Yahudi-Kristen, Noor menjawab, bahwa baik Islam, Kristen dan Yahudi memiliki nilai-nilai yang sama. Noor lebih suka melihat kesamaan nilai ini dari pada perbedaanya. “Akhirnya, ya lakumdinakumwaliyaddin. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Amerika sangat menjamin kebebasan beragama,” tutur dia.

Salah satu cara agar dia bisa bertahan di benua yang multikultur itu adalah memiliki pikiran terbuka dan mengenyahkan segala prasangka buruk. “Hal paling penting dan besar dalam mengerti orang adalah berpikir terbuka dan belajar mendengarkan,”tambah perempuan cantik yang tinggi semampai ini. Noor juga percaya pada hukum tarik menarik alias ‘law of attraction’. Baginya, dalam mengejar mimpi, menyerah bukanlah pilihan. “Saya percaya law of attraction. Bila kamu sangat mengimpikan sesuatu, percaya pada dirimu sendiri dulu. Semesta akan membalas hasratmu,”ingatnya.  Good luck Noor! (nograhanny widhi k/dn)

Categories: SYIAR ISLAM