X

FENOMENA PEMILU 2014, PKB DAN GERINDRA

Jakarta (LINGGA POS) – Hingga Kamis (10/4) siang atau pukul 05.45 WIB hasil Hitung Cepat Kompas mendata, dari 93 persen suara yang masuk, PDIP memperoleh 19,22 persen suara (dari target 27,02 persen) dan berada diperingkat satu perolehan suara Pemilu 2014. Sementara PKB, tanpa figur kunci sekaliber Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang mantan Presiden RI, merupakan ‘fenomena’ karena berhasil meraih 9,13 persen suara dibanding Pemilu 2009 dengan 4,9 persen suara. Dari 5 parpol berbasis Islam lainnya, hanya PBB yang terpuruk (1,5 persen). Selebihnya melejit di atas kisaran 6 persen termasuk partai-partai yang dihajar pemberitaan negatif seperti PKS (6,99 persen), PPP (6,7 persen) dan PAN yang berada diperingkat enam dengan perolehan 7,49 persen suara. Dibanding partai baru yang ‘kaya’, Partai Nasdem yang merebut 6,7 persen atau Hanura yang hanya kebagian 5,1 persen, penampilan PKB musim ini boleh diancungi jempol. Agaknya, tampilnya tiga capres yang digadang-gadang partai besutan Gus Dur ini, seperti Mahfud MD (mantan Ketua MK), Raja Dangdut Haji Rhoma Irama dan Ketua Umum PKB sendiri Muhaimin Iskandar, merubah semua hasil survei yang digelar hampir seluruh lembaga survei di Indonesia pada Pemilu 2014 ini.

JADI PINTU KOALISI.

“Tingginya posisi tawar menawar PKB dalam menentukan peta koalisi di pilpres nanti disebabkan oleh sejumlah hal, khususnya karena perolehan suara PKB di pileg yang sangat signifikan. PKB menjadi partai berbasis Islam yang berhasil merangsek ke atas,” kata Ketua DPP PKB, Marwan Jafar. Malah kata dia, partainya bersaing ketat dengan Partai Demokrat untuk menduduki empat besar. Dengan hasil sementara Hitung Cepat Kompas yang sudah mencapai 93 suara, begitu pula dari lembaga survei lainnya membuat dia yakin PKB menjadi partai penentu koalisi di pilpres 2014-2019. (jk,kc,tb)

Categories: NASIONAL