X

Syiar Islam : AS DOKUMENTASIKAN PAHLAWAN MUSLIMAH PADA PERANG DUNIA II

London (LINGGA POS) – Sejarah kadang tak adil; mengabaikan sesosok atau bahkan sekelompok orang dalam perubahan dunia. Noor Inayat Khan, Muslimah Inggris yang mengorbankan diri dalam Perang Dunia II, salah satu korban ketidakadilan itu. Namun, ketidakadilan itu tak pernah abadi. Adalah Alex Kroenemer dan Michael Wolfe produser Unity Productions Foundation (UPF) yang mengangkat kisah Noor Inayat Khan ke sebuah film dokumenter. Dalam beberapa bulan terakhir film yang diberi judul Enemy of the Reich : Noor Inayat Khan Story, beredar di kota-kota di Amerika Serikat (AS). Kini, film itu melintasi Atlantik dan diputar perdaoa di Tricyle Theater, London. Publik Inggris terkesima. Sejumlah koran menurunkan kisahnya. Di AS, sejumlah kelompok meminta agar film itu ditayangkan secara nasional lewat Public Broadcasting Service (PBS) pada 9 September 2014. Genre film ini adalah dokudrama atau drama dokumenter. Kisah dinarasikan oleh Helen Mirren, pemenang Academy Award. Ada juga wawancara dengan para pakar sejarah. Sementara penggambaran kembali sosok Noor Inayat Khan dilakukan oleh Rahmat Srinivisan. Kepada Al Arabiya News, Kroenemer mengatakan, ada ribuan film dokumenter tentang Perang Dunia II, tetapi sangat minim yang menampilkan sosok Muslidan Muslimah dalam konteks apa pun. Kalau pun ada hanya pada kisah-kisah Muslim yang memberikan perlindungan kepada Yahudi dan tentara sekuu belaka. Noor Inayat Khan seorang keturunan India-Amerika yang dikirim ke wilayah Prancis (saat itu jatuh ke tangan Nazi). Kisahnya sangat memikat dan mewakili kemanusiaan yang inklusif. Sebelum syuting, Kroenemer dan timnya secara cermat berusaha menggambarkan keontentikan Noor. Ia berkonsultasi dengan buku-buku sejarah, surat-surat pribadi sang tokoh, jurnal, dan ratusan dokumen lainnya. “Kami mengambil fokus pada kehidupan spiritual Noor dan bagaimana ajaran Islam yang diwariskan ayahnya dapat membentuk karakter sang tokoh,” tambahnya. Ia sempat mengalami kesulitan ketika berusaha mengakses dokumen resmi Prancis. “Prancis malu. Perbuatan Prancis selama Perang Dunia II sangat memalukan. Prancis sebenarnya bekerja sama dengan Jerman,” kata Kroenemer dalam wawancara dengan ToledoFavs. KELUARGA SUFI. Noor Inayat Khan, tokoh spiritual Islam terkemuka di Eropa bahkan dunia yang mendirikan tarekat sufi di London oleh ayahnya Hazrat Inayat Khan, 1914 atau disebut sufi pasifis.m

“Antara 1910-1920-an, ketika filsuf Barat, politisi, sejarawan dan kalangan intelektual berusaha mencari jawaban di luar tradisi Barat-Hazrat menjadi arus besar-pengajaran dari Islam,” ujar Wolfe. Noor mewarisi semua pemikiran tradisi ibadah ayahnya. Satu hal yang mencengangkan adalah mengapa Noor memilih terjun ke medan Perang Dunia II, dengan menjadi agen rahasia Inggris? Dia hanya satu dari 2,5 juta relawan pria dan wanita dari Asia-Arab-India, Tiongkok dan juga Indonesia, yang terjun dalam perang besar itu. Namun, Noor, adalah satu dari sedikit orang Asia yang dilacak jejaknya oleh para sejarawan dalam beberapa tahun terakhir. Pada usia 30, Noor dieksekusi di kamp kosentrasi Dachau, Jerman. Kata terakhirnya sebelum dieksekusi, ‘Liberte’.

DIANUGERAHI GEORGE CROSS

1949,pemerintah Inggris menganugerahi George Cross, dan baru-baru ini Perdana Menterinya David Cameron memuji akan kegigihan, keberanian, dan pengorbanan diri Noor yang sangat inspiratif. Royal Mail, memperingati keberanian sang Muslimah dengan tampilan foto Noor Inayat Khan di perangko kelas satu. Di AS, pemutaran nasional kisahnya di prediksi akan menjangkau puluhan juta pemirsa. Bagi masyarakat Muslim Inggris dan AS, pemutaran film dokumenter ini sanga penting menyusul kian menguatnya ketakutan terhadap Islam (Islamofobia). Diyakini kisahnya akan memberi pemahaman kepada masyarakat di sana. (teguh setiawan/lc)

Categories: SYIAR ISLAM