X

Syiar Islam : GELIAT ISLAM di BRASIL

Brasil (LINGGA POS) – Assalamualaikum … 
Demikian sapa ramah semua warga Muslim yang saya temui saat akan melakukan shalat Jumat di Masjid Al Nur, di Kota Rio de Janeiro, akhir Juni 2014 lalu. Masjid yang terletak di daerah Tijuana itu memang menjadi satu-satunya tempat ibadah umat Islam di kota kedua terbesar di negeri ‘Samba’, Brasil, setelah Sao Paolo. Menurut seorang pengurus Masjid seluas 8 x 20 meter dan memiliki tiga lantai itu pembangunannya dibantu oleh pemerintah Turki. “Awalnya Masjid di Rio terletak di kawasan Centro, tetapi karena tempatnya terlalu kecil dan tidak mampu lagi menampung jamaah yang semakin bertambah banyak, dipindahkan ke sini,” jelas Salah, warga Brasil keturunan Palestina.    Masjid Al Nur, kini setidaknya mampu menampung sekitar 200 orang jamaah. Seperti pada Jumat, saat saya melaksanakan ibadah shalat Jumat (27/6-2014) ada sekitar 100-an orang jamaah dari berbagai negara yang melakukan shalat Jumat. Rasa persaudaraan pun muncul seketika. Meski sebagian besar tidak mengerti bahasa Inggris, agaknya ucapan ‘Assalamualaikum’ itu sepertinya sudah lebih dari cukup.    Mamadu Balde, seorang mahasiswa asal Guinea, Afrika Barat yang sudah lima tahun menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi di Rio de Janeiro mengatakan, di Masjid Al Nur itulah mereka menjalin persahabatan ukhuwah islamiah dan sekaligus melakukan syiar Islam. “Di Brasil sendiri agama adalah merupakan urusan pribadi masing-masing. Jadi pemerintah tak ikut campur. Karena itu jika ada warga yang tertarik memeluk Islam kami tentu menerima dengan senang hati. Seperti Ramadhan tahun lalu, ada sebanyak 40 orang yang menjadi Mualaf (masuk agama Islam),” tuturnya. Namun, meski Islam sebagai agama minoritas di Brasil, selama ini tidak pernah ada tindak kekerasan atau diskriminasi dari pemeluk agama lain. Karena itu pula, mereka tahu diri misalnya tidak memasang toa (pengeras suara) di menara Masjid untuk mengumandangkan azan. “Di sini kita bebas menjalankan apa saja (ritual agama, red) selama tidak mengganggu ketertiban umum. Rasa saling menghormati antar umat beragama di sini cukup baik,” ungkap Balde.    Masjid Al Nur misalnya, terletak berdampingan dengan sebuah gereja dan hanya dibatasi satu rumah saja. Itu sebabnya, sepintas mungkin orang tidak tahu ada Masjid di daerah itu. Apalagi, letaknya di pinggir jalan raya berdempetan dengan bangunan lain. Baru jika kita menengadah ke langit, ada perbedaan bangunan itu dengan bangunan sekitarnya. Kedua sisinya dibuat lebih tinggi menjulang layaknya menara, plus kubah kecil di atasnya. (ahmad maulana/mi)

Categories: LINGGA