X

Syiar Islam : MENGUAK RAHASIA RUANGAN DALAM KABAH

(LINGGA POS) – Kabah yang juga dinamakan Bayt al ‘Atiq (Rumah Tua) adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail atas perintah Allah Swt. Dalam Al Quran 14:37 tersebut bahwa situs suci Kabah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan isterinya Siti Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.   
Pada masa Nabi Muhammad Saw (berusia 30 tahun) sekitar tahu 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir bandang yang melanda Kota Mekah. Meski sempat terjadi perselisihan antar kepala suku (kabilah) ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad pada salah satu sudut Kabah, namun berkat kebijaksanaan Nabi Muhammad Saw perselisihan berhasil dilerai tanpa menimbulkan pertumpahan darah setetes pun dan tanpa ada satu pihak yang merasa dirugikan.    Bangunan itu kemudian diurus dan dipelihara Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci Kabah dan administratornya serta bagi pelayanan haji yang diatur oleh Khalifah Abu Bakar As Sidiq dan dilanjutkan seterusnya Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Ustman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thalif, lalu oleh Muawiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki hingga sampai saat ini yakni pemerintah Kerajaaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekah dan Madinah.    Pada awalnya bangunan Kabah terdiri atas dua pintu yang terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Karena kekurangan biaya kemudian dibuat hanya satu pintu. Ada pula bagian yang tidak dimasukkan dalam Kabah yang dinamakan Hijir Ismail dengan diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Kabah. Saat itu pintunya dibuat agak tinggi dengan maksud hanya pemuka suku Quraisy saja yang bisa memasukinya, karena suku ini merupakan suku yang dimuliakan bangsa Arab saat itu.   
Di masa Khalifah Harun Al Rasyid (Kekhalifahan Abbasiyyah) berencana kembali merenovasi Kabah sesuai dengan pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad Saw. Namun, seorang ulama terkemuka saat itu, Imam Malik keberatan karena dikhawatirkan Kabah dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Dan, Kabah akhirnya direnovasi sesuai masa renovasi yang dilakukan Khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.  

BENTUK & DIMENSI KABAH.
Bangunan Kabah tingginya sekitar 15 meter, dengan panjang sisi sebelah utara 9,92 meter, sebelah barat 12,15 meter, sebelah selatan 25,10 meter dan sisi sebelah timur 11,88 meter.  (bersambung). (syaifuddinzuhry/kks)

Categories: SYIAR ISLAM