X

SARASEN, PEDANG IDAMAN MUSUH SAAT PERANG SALIB

(LINGGA POS) – Saat berlangsung Perang Salib, para ksatria dari Eropa dibuat tercengang oleh pedang yang digunakan pasukan (bala tentara) Sarasen, Arab Saudi. Selain mampu menembus baju zirah mereka, pedang tersebut juga sanggup membelah tameng dan mematahkan pedang-pedang pasukan Eropa yang besar dan dibuat dari baja pilihan. Pedang apa gerangan? Itulah Pedang Damascus. Sejenis pedang yang sejatinya terbuat dari baja dan diolah dengan teknik khusus sehingga bisa memiliki permukaan yang sangat tajam serta kuat. Sebegitu baiknya kekuatan pedang itu sehingga para ahli senjata dari kalangan Sarasen merahasiakan teknik pembuatannya. Kala itu, tercatat hanya beberapa kalangan keluarga pandai besi di Damascus saja yang bisa menguasai teknik pembuatannya. Konon, karena ketetatan rahasia itu pula yang menjadikan teknik pembuatan baja Damascus akhirnya punah tak berbekas.   Sampai saat ini, belum ada satu pun ahli teknologi metalurgi yang mampu membuat pedangan yang lebih tajam dari pedang yang dipergunakan oleh pasukan Sarasen itu. Menurut para ahli, Pedang Damascus adalah pedang yang paling tajam di dunia. Ia lebih tajam dari pada Katana (Jepang), Khanjar (Arab), Chukri (Gurkha) maupun Keris (Indonesia).
Namun, tidak itu saja. Selain kuaj, baja dari Damascus juga sangat lentur sehingga benar-benar sempurna untuk dijadikan pedang atau pisau.   Bukti dari ketajamannya, jenis pedang ini mampu membelah meteor yang jatuh ke atasnya dan mampu pula membelah pedang lain atau batu tanpa mengalami kerusakan sedikitpun. Bahkan sebuah penelitian mikroskopik menemukan bahwa pedang Sarasen memiliki semacam lapisan kaca dipermukaannya. Ini membuktikan lagi, bahwa para ilmuan Muslim di Timur Tengah sejak ribuan tahun lalu telah mencapai teknologi nano. Dikabarkan, baru-baru ini ada beberapa ahli metalurgi modern mengklaim telah berhasil membuat baja yang sangat mirip dengan baja Damascus. Namun, setelah diuji, ternyata tetap belum bisa menyamai secara sempurna jenis baja dari Pedang Damascus tersebut. Memang sangat disayangkan, teknik pembuatan pedang dari baja yang kualitasnya sangat sempurna itu kini harus hilang tak berbekas. (ic,ii)

Categories: LINGGA