X

​LINDUNGI & BAHAGIAKAN ANAK-ANAK INDONESIA

(LINGGA POS) – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menghimbau kepada seluruh orang tua semqena Hari Anak Nasional (HAN), Sabtu (23/7). “Lindungi dan bahagiakan anak-anak kita. Pesan saya itu saja. Memang mudah mengatakan tapi sulit juga dilaksanakan,” kata Mensos di depan anak-anak yang tinggal di sekitaran TPU Bantargebang, Jakarta, dalam kegiatan memperingati HAN sekaligus halal bilhalal dengan Muslimat Nahdlatul Ulama di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemensos, Jakarta.        

Dua hal tersebut menurut Mensos memang sulit diwujudkan. Namun, apabila orang tua mencintai anak-anaknya maka hal itu akan mudah dilakukan. Antara lain untuk membahagiakan anak-anaknya orang tua harus membebaskan anak memilih jalan yang terbaik untuk masa depannya. “Jangan memaksa kehendak kepada anak-anak kita,” imbuhnya.

12 TUNTUTAN ANAK INDONESIA.  
Sementara Forum Anak Nasional (FAN) telah menyampaikan 12 tuntutan dari hasil forum yang digelar 19 – 22 Juli 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tuntutan yang dibacakan langsung oleh M. Khairul Rizal dari Sulawesi Tenggara dan Balqis Iasha Rosma dari Jawa Barat mewakili peserta forum dihadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yanbise saat penutupan secara resmi kegiatan FAN, Jumat (22/7) malam.      

Tuntutan dengan tajuk Suara Anak Indonesia tersebut antara lain memohon untuk mewujudkan Indonesia layak anak dan agar pemerintah melindungi anak Indonesia dari segala bentuk kejahatan seksual dan menghukum pelakunya secara adil; pemerintah agar segera menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC); menyelamatkan anak-anak dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza); menjadikan sekolah dan kurikulum pendidikan menjadi ramah anak sampai ke daerah pelosok; melindungi anak-anak dari pernikahan dini; menghentikan segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi anak; menayangkan program televisi layak anak serta melindungi anak dari segala bentuk pornografi, porno aksi dan penyimpangan seksual; mempermudah dan meningkatkan pelayanan pembuatan akte kelahiran; pemenuhan fasilitas umum untuk anak yang berkebutuhan khusus dan mewujudkan lingkungan bermain yang ramah anak.              

Yohana berjanji akan membawa 12 tuntutan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Menurut dia, ke-12 tuntutan Suara Anak Indonesia ini adalah bentuk komitmen dari anak Indonesia dan negara harus melindunginya. “Tidak boleh ada kekerasan untuk anak Indonesia,” ujar Yohana. Ia mengaku, kementeriannya memiliki pekerjaan besar untuk menjawab tuntutan dari forum dan akan melibatkan beberapa lembaga untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan anak Indonesia itu. (ph/mdk)

Categories: NASIONAL