X

KUALITAS PENDIDIKAN SAINS SISWA INDONESIA MASIH TERENDAH DIBANDING 72 NEGARA LAINNYA


Singapura, LINGGA POS – SINGAPURA PERINGKAT TERATAS. Singapura berada di peringkat teratas dalam survei pendidikan di lebih dari 72 negara yang digelar Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) dan diumumkan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (0ECD), Selasa (6/12-2016). Dalam surveinya, PISA menguji kemampuan siswa usia 15 tahun di bidang sains, matematika dan membaca. Jumlah siswa yang mengikuti survei itu lebih dari 500 ribu orang, dimana secara rata-rata 1 dari 4 siswa dari Singapura mencatat skor tertinggi di bidang sains. Berada di peringkat kedua hingga kesepuluh adalah siswa dari Jepang, Estonia, Taiwan, Finlandia, Macao, Kanada, Vietnam, Hong Kong, Cina dan Korea Selatan. Sementara siswa di negara-negara Eropa barat seperti Inggris, Jerman, Belanda dan Swis masing-masing berada di peringkat 15, 16, 17 dan 18.

STANDAR PENGAJARAN TINGGI.

Menurut Guru Besar dan Wakil Presiden Nanyang Technological University, Singapura, Sing Kong Lee, keberhasilan Singapura di peringkat teratas lebih karena tingginya standar pengajaran di negara itu. “Singapura banyak melakukan investasi untuk meningkatkan kualitar guru. Ini untuk menaikkan prestise dan status guru,” ungkap Lee. “Dengan begitu, para lulusan terbaik universitas tak malu untuk menjadi tenaga pengajar,” tambahnya. Lebih jauh Lee mengungkapkan, semua guru di negerinya mendapat pendidikan dan pelatihan di Institut Nasional Pendidikan yang dikelola Nanyang Tecnological University untuk memastikan kualitas dan menjamin semua guru mendapatkan standar pendidikan yang sama sebelum menjadi pengajar.

SISWA INDONESIA RAIH 21 POIN & DINILAI ALAMI KEMAJUAN ‘LUAR BIASA’.

Siswa Indonesia di peringkat berapa? 1ndonesia dalam survei tersebut masih berada di peringkat terbawah, namun berada di atas negara Brasil, Peru, Lebanon, Tunisia, Kosovo, Aljazair dan Republik Dominika. PISA mencatat, sejak ambil bagian dalam survei tahun 2000, Indonesia telah mengalami kemajuan ‘yang luar biasa’. Dibuktikan misalnya, pada periode 2012-2015, hasil tes sains siswa usia 15 tahun dari Indonesia naik 21 poin. Jika laju ini terus dipertahankan, PISA yakin setidaknya pada 2030 siswa Indonesia mampu menyamai negara-negara maju tersebut. (ph/tb/kc)

Categories: IPTEK