X

TIGA BUPATI SUBANG, JAWA BARAT LAKUKAN ‘HATTRICK’ KASUS TIPIKOR

dokumentasi: tribunnews.com

(LINGGA POS) – Tiga bupati Subang, Jawa Barat, berturut-turut alias secara estafet terlibat kasus korupsi. Menyusul pada Selasa (13/2-2018), pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan (OTT) Bupati Subang, Imas Aryuminingsih bersama 7 orang lainnya dirumahnya yang diduga terkait kasus korupsi proyek pembangunan Pelabuhan Patimbahan, Subang. Konon, sebelumnya, mantan Ketua DPRD Kabupaten Subang periode 1993-2003 yang sukses menjadi Bupati Subang Eep Hidayat berpasangan dengan Maman Yudia. 2008, Eep kembali terpilih berpasangan dengan Ojang Suhandi sebagai Wakil Bupati. Eep terlibat kasus korupsi dan terpaksa meletakkan jabatan karena kasus korupsi upah pungut PBB 2005-2008 senilai Rp14 miliar. Ia divonis 5 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungam dan membayar uang pengganti sebesar Rp2,548 miliar. Tentu saja, kursi yang ditinggalkan Eep diambil alih dengan leluasa oleh Ojang Suhandi. Pada Pilkada 2013, Ojang terpilih kembali sebagai orang nomor satu Subang. Kala itu ia berpasangan dengan Imas Aryuminingsih sebagai Wakil Bupati.
Namun, pada 11 April 2016, Ojang bernasib sama dengan Eep, yang notabene mantan atasannya. Ia ditangkap atas dugaan kasus suap yang melibatkan JPU di Kejati Jawa Barat. Ojang divonis bersalah dan dikenakan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. Jadinya, sang Wakil Bupati Imas Aryumingsih mengambil alih jabatan yang ditinggalkan Ojang. Ceritanya, Imas kembali maju di Pilkada Subang yang diusung oleh Partai Golkar dan PKB. Dan dia terpilih sebagai Bupati Subang. Nah, kembali di awal tulisan ini, pada Selasa (13/2-2018) giliran dia terkena OTT penyidik KPK. Saat itu Imas sedang ambil cuti karena mengikuti Pilkada Serentak 2018 dimana kedudukannya sementara dipercayakan kepada Sekda dan Asisten Daerah Subang sejak 12 Februari 2018 lalu. Apakah cerita ini akan berhenti sampai di sini? Wallahu alam. Agaknya kita masih harus menunggu dengan sabar dan berharap estafet alias hattrick tak sedap ini dapat tamat dengan ‘happy end’. (aqsa/bn)

Categories: KEPRI NASIONAL