X

LINGGA DAPAT BANTUAN 150 EKOR SAPI JENIS BRAHMAN CROSS

dok: batamnews.co.id

Daik, LINGGA POS – ASAL AUSTRALIA. Kabupaten Lingga menerima sebanyak 150 ekor sapi indukan jenis Brahman Cross asal Australia dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). Sapi Brahman Cross ini sebagai bagian dari program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dalam rangka percepatan penambahan populasi untuk pencapaian swasembada daging sapi. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Lingga seperti disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Teuku Taufik Ardiansyah, sapi jenis Brahman Cross ini akan dibagikan kepada 10 kelompok peternak yang ada di wilayah Lingga. Mereka dinilai telah memenuhi persyaratan sesuai hasil seleksi yang dilakukan tim CPLL beberapa waktu lalu antara lain terkait persiapan kandang, gang way, tempat loading dan ketersedibn lahan Hijauan Pakan Ternak (HPT) di lokasi peternakan. “Sapi Brahman Cross ini mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pertumbuhannya lebih cepat, tahan terhadap penyakit dan budidayanya relatif mudah,” ujar Teuku kepada pewarta. Lanjut dia, produksi dagingnya cukup tinggi serta jenis sapi asal Australia ini diketahui berkembang sangat baik di negara Australia Utara dengan agroklimat yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. DI KEPRI, HANYA LINGGA YANG MENERIMA BANTUAN. Pihaknya berharap agar kelompok ternak di Lingga dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan tersebut — satu-satunya kabupaten/kota se-Kepri yang mendapat bantuan tersebut — meningkatkan populasi sapi indukan ini melalui inseminasi buatan dan intensifikasi kawin alam sehingga kedepannya Kabupaten Lingga dapat menjadi sentra daging sapi utamanya di daerah perbatasan. “Bantuan sapi Brahman Cross ini untuk di Provinsi Kepri saat ini hanya diberikan kepada Kabupaten Lingga,” tambahnya. SALUR 1.225 EKOR SAPI. Dari catatan LINGGA POS, Kementan RI memberikan bantuan sapi indukan jenis Brahman Croos sebanyak 1.225 ekor untuk para peternak. Dari target 6.000 ekor yang akan didistribusikan ke peternak di 110 kabupaten/kota di 24 provinsi yang merupakan sentra sapi. (ph,syk/kc)