X

RSBM 2010 DI BUKA DI DAIK, TUTUP DI DABO

Dabo, Lingga Pos (3/12) – Dibuka pada Senin (29/11) hingga Kamis(2/12) di lapangan Hang Tuah, Daik Lingga, perhelatan akbar Rampai Seni Budaya Melayu (RSBM) 2010 yang ditaja secara rutin setiap tahun selama sepekan, dilanjutkan kegiatannya di pelataran Gedung Nasional, Dabo Singkep, Kecamatan Singkep pada tanggal 3 hingga penutupan keseluruhan acara Minggu, 5 Desember 2010 ditempat yang sama.

Kadisbudpar Lingga, M. Ishak kepada Linggapos katakan, acara yang secara kontinyu diadakan setiap tahun ini telah berjalan dengan baik dan sukses dengan berbagai atraksi seni budaya khususnya kesenian Melayu Lingga seperti perlombaan lagu Melayu, lomba tari inai, lomba silat suksesi pengantin juga lomba pengolahan pangan lokal, pementasan bangsawan dan diselingi dengan pameran bonsai dan pameran lukisan.

Dua sanggar yang banyak fokus pada kegiatan seni rupa atau lukis yakni Sanggar Seni Segantang Lada dan Sanggar Perupa G’RaJa Lingga dari Dabo Singkep direncanakan akan ikut meramaikan kegiatan ini dengan memamerkan lukisan-lukisan pelukis tempatan yang sudah punya nama maupun pelukis pemula.

Sekretaris Sanggar Perupa G’RaJa Lingga, Jaya Kusuma, kepada Linggapos katakan setakat ini sanggar mereka telah beberapa kali ikut pameran dan melaksanakan kegiatan lomba lukis dari tingkat TK, SD, SMP, SMA sederajat dan umum di Kabupaten Lingga. “Sanggar kami bekerja sama dengan pecinta seni lukis dan juga dengan pemkab Lingga guna menumbuhkembangkan bakat pelukis pemula dan remaja disamping seni lainya di Lingga,” ujarnya. Ditambahkan Ishak melengkapi kegiatan RSBM 2010 untuk para seniman tari tradisional Melayu akan diadakan ‘workshop’ tari yang dilaksanakan di Gedung Wisma Ria, Dabo Singkep.

Sementara itu dibidang pertunjukan bangsawan akan tampil grup bangsawan Sanggar Mahligai Singkep. Dari Daik diwakili oleh Sanggar Sri Mahkota Lingga dan Sanggar Mekar Malam yang akan unjuk kebolehan mereka diajang teater seni Melayu yang semula dikenal dengan pertunjukan Tonil ini.

“Semua kecamatan mengirimkan utusannya demi melestarikan seni budaya Melayu sesuai semboyan kita ‘tak Melayu hilang di bumi’. Untuk itu kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Melayu umumnya,misalnya dengan kita mengadakan perlombaan tari tradisi dan tari kreasi,”terang Ishak.-(ph).

Categories: LINGGA