X

Khazanah Melayu : PAHLAWAN DARI BUMI MELAYU

Dabo,LP( 3/2 ) – Dalam upaya merebut kemerdekaan dan mempertahankan marwah dari kesewenangan penjajah kolonialis, dibumi Kepulauan Riau, sesuai jalur sejarah juga telah terjadi perlawanan sengit dari para pahlawan Melayu. Nama-nama besar yang berada di garis depan perjuangan itu, diantaranya Raja Haji Fisabilillah dan Laksmana Hang Nadim, termasuk pula pujangga besar Melayu Raja Ali Haji yang dengan kekuatan penanya telah melahirkan karya-karya agung dalam ketegasan sikap untuk mengusir penjajah dari bumi Melayu. Kemudian pejuang wanita dari negeri bunda tanah Melayu, Engku Puteri Raja Hamidah yang dengan keteguhan hati dan sikap pantang menyerah demi mempertahankan regalia, sebuah simbol tertinggi marwah kerajaan Riau Lingga.

Pada edisi ini LINGGA POS menurunkan kisah patriotik pahlawan Melayu Raja Haji Fisabilillah, yang telah dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.

Dilahirkan di Kota Lama, Ulu Sungai, Riau pada tahun 1725. Dia dikenal juga sebagai Raja Haji Marhum Teluk Ketapang dengan kedudukan sebagai Raja Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga- Johor-Pahang IV. Raja Haji sangat terkenal di seantero negeri dalam melawan penjajah dan berhasil membangun Pulau Biram Dewa, di Sungai Riau Lama. Karena keberaniannya, ia juga dijuluki dengan Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi. Raja Haji Fisabilillah gugur dalam pertempuran saat mempertahan bumi Melayu, pada penyerangan bersama armadanya di pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784. Jenazahnya dipindahkan dari makam di Melaka ke Pulau Penyengat Indera Sakti oleh putra mahkota Raja Ja’far, saat memerintah sebagai Yang Dipertuan Muda.

Raja Haji Fisabilillah adalah pejuang sejati. Almarhum dari sejak mudanya terus berjuang melawan penjajah hingga akhir hayatnya. Pada rentang masa kehidupannya tahun 1727-1784 M merupakan rentang waktu yang amat berpengaruh terhadap stabilitas sosial, politik dan ekonomi wilayah Nusantara. Pada masa itu bangsa kolonialis Belanda sangat tergantung pada sumber perekonomiannya di Timur. Karena itu, Belanda menganggap perlawanan yang dilakukan Raja Ali Fisabilillah sangat menentukan dan bahkan sempat mengoncangkan kedudukan Belanda di Nusantara.

Sebagai penghormatan tertinggi, khususnya dari masyarakat Melayu atas perjuangannya itu Raja Haji Fisabilillah di beri gelar Raja Haji Marhum Teluk Ketapang. (jk,kemilau melayu)

Categories: KOLOM