X

Khazanah Melayu : SINGAPURA BERUSAHA SELAMATKAN BAHASA MELAYU

(LINGGA POS) – Singapura (Singapore), menurut sejarah berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Si-hapura (kota Singa) yang diberikan oleh Sang Nila Utama atau juga disebut dengan Temasek (bandar laut) oleh karena sejak abad ke 16-19 wilayah yang menjadi Kesultanan Johor ini sudah sibuk dengan perdagangan internasional. Kini, pemerintah Singapura sedang diresahkan dengan semakin memudarnya penggunaan Bahara Melayu. Bahkan, dikalangan etnis Melayu Singapura sendiri. Untuk menyelamatkan masa depan bahasa ini presiden Singapura Tony Tan Keng Yam, membentuk komite khusus dengan tujuan utama mempromosikan kembali penggunaan Bahasa Melayu baik di sekolah-sekolah, masyarakat maupun dalam kesusteraan.

Negara yang memiliki lagu kebangsaan “Majulah Singapura” yang justru berbahasa Melayu ini, kini memberikan kepada Asosiasi Bahasa Melayu Singapura sebagai pendukung utama kampanye Bahasa Melayu, yang konon membutuhkan dana 600.000 dolar Singapura (setara Rp4,8 miliar) selama tiga tahun ke depan. Menteri Muda Dalam Negera dan Luar Negeri Singapura Masagos Zulkifli, ketika mengemukakan rencana ini menekankan pentingnya (menyelamatkan) Bahasa Melayu. Menurut dia, Bahasa Melayu memegang posisi penting sebagai bagian dari identitas dan budaya Singapura. “Bahasa Melayu merupakan salah satu dari bahasa resmi, dan juga digunakan secara luas di komunitas kita,” Pemerintah Singapura berencana merevisi kurikulum supaya bahasa ini lebih sering digunakan. Kemampuan berbahasa Melayu akan menjadi fokus utama. Karena itu peran para guru diharapkan lebih sering menggunakan Bahasa Melayu dalam berinteraksi dengan murid, terutama murid yang masih kanak-kanak. Diharapkan mereka dapat “membawa pulang” Bahasa Melayu ke rumahnya. “Bahasa Melayu harus juga diucapkan lebih sering di rumah supaya kebiasaan itu terbentuk, keluarga tetap menjadi salah satu kunci utama,” tambahnya.

Seperti diketahui, Singapura adalah negara terkecil di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga sebagai negara termaju dikawasan ini. Negara yang dibangun oleh Sir Stamford Raffles pada 1819 ketika dibawah kekuasaan Inggris dan kemudian bergabung dengan Malaysia. Pada 1965, menjadi negara merdeka dengan nama Republik Singapura, dimana seorang dari etnis Melayu, Yusuf bin Ishak menjabat sebagai presiden pertama (1966-1970) dan Perdana Menteri Lee Kuan Yew (1959-1990). Negara yang kini berpenduduk sekitar 5,5 juta jiwa terdiri dari berbagai etnis seperti Cina, Melayu, India dan Asia lainnya. Perdana Menteri sekarang adalah Lee Hsien Loong, yang adalah putra Lee Kuan Yew sendiri. Dia menggantikan posisi Goh Chock Tong, Perdana Menteri kedua negara itu pada 2004.

Saat ini Bahasa Melayu kebanyakan hanya digunakan oleh generasi tua Singapura saja. Oleh karena itu pemerintah Singapura juga akan meningkatkan berbagai kegiatan dan perlombaan di bidan kesusasteraan, menulis, membaca puisi, atau bercerita dengan menggunakan bahasa Melayu serta memberikan penghargaan berupa berbagai hadiah menarik guna memotivasi penggunaan Bahasa Melayu, yang sebenarnya adalah juga bahasa resmi Singapura. “Bulan Bahasa Melayu, akan digelar setiap tahun untuk mempromosikan berbagai perlombaan ini. Penting untuk berbahasa Inggris sebagai “soft skill“, namun juga jangan sampai kita kehilangan Bahasa Melayu sebagai budaya kita,” pungkas Masagos. (jk,e/k,bp)