X

PERTAMA KALINYA MUSLIM ISRAEL NAIK HAJI DENGAN PESAWAT

Israel (LINGGA POS) – Pada musim haji 1435 H/2014 M ini umat Muslim dari berbagai pelosok dunia (dari Indonesia mulai 1 September mulai diberangkatkan ke tanah suci) kembali berdatangan memenuhi Mekah, Arab Saudi. Tak terkecuali bagi Muslim asal negeri Zionis, Israel. Tahun ini adalah untuk pertama kalinya Muslim Israel bisa melaksanakan ibadah haji dengan menaiki pesawat terbang. Karena selama ini mereka hanya bisa mengunjungi Mekah lewat perjalanan darat saja dari atau via Amman, Yordania. Kelompok awal yang bakal diterbangkan ini terdiri dari 766 orang calon jamaah haji (CJH). Mereka baru akan diberangkatkan pada akhir September 2014. JCH Indonesia misalnya sudah mulai diberangkatkan ke tanah suci sejak 1 September 2014.

Perusahaan Milad Aviation of Ramle, yang mengatur penerbangan para Muslim Israel itu nantinya akan mencarter pesawat dari Royal Yordanian Airlines dan anak perusahaannya Royal Wings. Adapun tarif untuk pulang pergi (pp) sekitar US$600 atau setara Rp7.055.000,- (US$ 1 = Rp11.759). “Untuk mengatur perjalanan haji perdana menggunakan pesawat ini dibutuhkan kontak dengan pihak berwenang Yordania dan Israel berlangsung selama sekitar tiga tahun,” kata pemilik sekaligus CEO Milad Aviation, Ibrahim Milad, dikutip dari laman Hareetz, Minggu (7/9). “Selama kurun waktu itu, saya mengunjungi Yordania seratus kali untuk mendapatkan persetujuan yang diperlukan,” imbuhnya.

Ke depan, perusahaan ini berencana untuk mengatur penerbangan haji ini sepanjang tahun. Menurut Ibrahim Milad, ada sekitar 4.000 Muslim Israel yang berangkat ke Arab Saudi setiap tahunnya. Pemerintah Yordania telah berusaha untuk meningkatkan kapasitas penerbangan antara Tel Aviv (Israel) dan Amman (Yordania) dari 1.500 menjadi 1.700 penumpang setiap penerbangan. Namun, Israel menolak permintaan tersebut padahal tak cuma untuk berhaji, banyak warga Israel yang telah menggunakan maskapai Royal Yordanian lewat Amman untuk bepergian ke seluruh bagian dunia.    Setelah pecahnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hamas serta sekutunya di Gaza, Palestina, Juli 2014 lalu, Royal Yordanian Airlines sempat menghentikan aktivitas penerbangannya. (yus/l6)

Categories: MANCANEGARA