X

WASPADA, 4 DARI LIMA PENDERITA HIV/AIDS di LINGGA ADALAH IRT

Dabo (LINGGA POS) – Kondisi waspada atas penyakit masyarakat (pekat) sehingga semakin meningkatnya infeksi HIV/AIDS di Lingga harus segera mendapatkan penanganan dari berbagai pihak, tidak saja bagi instansi terkait. Tercatat, pada 2014, sebanyak 4 dari 5 penderita HIV/AIDS di Lingga ternyata adalah ibu rumah tangga (IRT). Hal itu diungkapkan Kabid Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga Norizam. “Mereka telah menjalani pengobatan intensif di Tanjungpinang,” kata Norizam, ibu-ibu rumah tangga itu diduga terinfeksi HIV karena ulah suami yang suka ‘jajan’ diluar.  
Dia menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat saling bersinergi sehingga penyakit berbahaya ini dapat ditekan penyebarannya kalau tidak harus distop agar tidak semakin menjangkiti anak-anak atau remaja lainnya generasi muda.   Kehadiran Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) akan sangat membantu dalam menanggulangi penyakit ini. “Walau masih jauh dari angka penderita di kabupaten/kota lainnya di Kepri, namun Lingga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran HIV/AIDS ini,” kata Kasubbag Kesehatan Biro Administrasi Kesra, Setda Provinsi Kepri, Nurjanti Kamarbi dalam paparannya di Hotel Gapura Singkep beberapa tengah April lalu. Kedatangannya ke Lingga adalah dalam kegiatan peningkatan kinerja KPA se-Provinsi Kepri. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Lingga Ignasius Luti mengatakan pencegahan terbaik agar terhindar dari HIV/AIDS adalah dengan menghindari perilaku seks bebas. “Salurkan saja kepada satu orang pasangan kita yang resmi, tidak berganti-ganti pasangan,” kata Luti. Menurut dia virus HIV disamping terinfeksi karena penetrasi seks dengan pasangan yang telah terinfeksi juga bisa karena melalui tranfusi darah atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril. “Bukan karena terjangkit, seperti yang diperkirakan masyarakat awam,” tambahnya. Diakuinya, pihaknya senantiasa melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, termasuk penyakit HIV/AIDS. Bahkan mendatangi langsung ke sejumlah lokasi yang ada pekerja seks komersial (PSK) untuk memberikan penyuluhan. “Paling tidak kita sarankan mereka untuk menggunakan pengaman (kondom) dalam setiap aktivitas seksnya,” kata Luti. (arn,bp,tn)

Categories: LINGGA