X

UN KEPRI DIIKUTI 26 RIBU SISWA

Dabo,LP(27/2) – Ujian Nasional (UN) Kepri saja akan diikuti sekitar lebih dari 26 ribu siswa dari tingkat SD sampai dengan SMA Sederajat, yang diperkirakan pelaksanaannya pada 16-19 April mendatang. Pada 2011, pencapaian target kelulusan Kepri 93 persen. Uniknya, rata-rata pelajaran yang rendah bukan dari pelajaran yang menjadi momok para siswa, seperti pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Tetapi justru pelajaran bahasa Indonesia. “Bukan pelajaran matematika dan bahasa Inggris yang sulit. Sebab, satu dua orang siswa di Kepri ada yang meraih nilai 10. Tapi, paling banyak rendah pelajaran bahasa Indonesia,” ujar Kadis Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa. Yatim menghimbau, agar sekolah meningkatkan proses pembelajaran secara sistimatik, terus membaik. “Sehingga, target kelulusan tahun ini dapat meningkat menjadi 96-97 persen,” harapnya.

Dia yakin, Kepri telah siap melaksanakan UN, sebab data peserta UN per sekolah, per ruang dan per kabupaten/kota telah dikirim ke pusat UN yang berlokasi di Kudus, Jawa Timur. “Nanti Dinas Pendidikan juga mengirimkan tim ke Kudus, guna melihat data objektif peserta UN Kepri,” ungkapnya.

Dia juga menghimbau agar siswa yang akan ikut UN tekun belajar dan mengikuti try out dengan sungguh-sungguh di sekolah masing-masing dan tetap tenang, tak perlu panik. Karena, kata dia, komposisi kelulusan 60 : 40, yakni 6 persen ditentukan sekolah dan 40 persen hasil nilai UN. “Tapi jangan sampai anjlok nilai UN-nya, kalau anjlok, bisa berpengaruh juga sama kelulusannya,” pesannya.

Standar kelulusan 5,5 persen adalah harga mati dan tidak bisa di ganggu gugat. Hal ini membuat para guru harus bekerja dengan lebih giat lagi, walaupun UN bukan menjadi penentuan kelulusan siswa. Formula dari Kemendiknas yang tadinya menetapkan 70 persen hasil kelulusan ditentukan oleh hasil UN dan 30 persen dari seluruh nilai sekolah, sudah diganti dengan keputusan dari MA dengan 60 : 40 tersebut.

Untuk mengoptimalkan waktu, tiap sekolah dapat menggunakan sistem Kurikulum Terpadu Sistem Pendidikan (KTSP), atau dengan mengoptimalkan waktu dengan cara menggunakan lima semester untuk kegiatan belajar mengajar dan satu semester terakhir digunakan untuk pemantapan, guna memperbaiki kualitas para siswa.

Seperti diketahui, dari catatan LINGGA POS bahwa data dari UNESCO menyebutkan mutu pendidikan matematika di Indonesia berada pada peringkat 34 dari 38 negara yang diamati. Data lain menunjukkan rendahnya prestasi matematika anak-anak Indonesia dapat dilihat dari hasil survei Pusat Statistik Internasional untuk Pendidikan (National Center for Education in Statistics, 2003) terhadap 41 negara dalam pembelajaran matematika, di mana Indonesia mendapat peringkat ke 39, di bawah Thailand dan Uruguay. (ph,bp,mi)

Categories: KEPRI LINGGA