MASYARAKAT PULAU SELAYAR TOLAK NAMA KECAMATAN LINGGA BARAT

Penuba, (LP) – Dari hasil Pansus Pemekaran kecamatan DPRD Lingga untuk mengesahkan empat kecamatan baru, Selasa (10/4), diketahui ke empat kecamatan itu adalah Kecamatan Singkep Pesisir yang meliputi Desa Berindat, Sedamai, Lanjut, Neraca, dan Kota, Kecamatan Singkep Selatan meliputi Desa Marok Kecil dan Desa Berhala, Kecamatan Lingga Barat meliputi Desa Penuba dan Desa Selayar, dan Kecamatan Lingga Timur meliputi Desa Sungaipinang dan sekitarnya.

“Tahun ini Lingga menjadi sembilan kecamatan. Tahun 2013 insyaallah akan ditambah empat kecamatan baru lagi. Jadi totalnya menjadi 13 kecamatan,” terang Ketua Komisi I DPRD Lingga, Rudi Purwonugroho.

Sekretaris Komisi I DPRD Lingga, M Nizar yang juga anggota Pansus mengatakan, pengesahan empat kecamatan baru tersebut sesuai dengan pengesahan empat Ranperda Pemekaran Kecamatan dan 12 Ranperda Pemekaran 12 Desa. Adapun keduabelas desa yang dimekarkan tersebut meliputi di Kecamatan Lingga Utara, Kelurahan Duara menjadi Desa Sungaibesar dan Desa Rantau Panjang, di Kecamatan Senayang, Kelurahan Penaah dan Kelurahan Laboh. Sementara di Desa Rejai dimekarkan menjadi Desa Baran, Desa Pulau Baran dimekarkan dengan Desa Pulau Duyung. Desa Pasirpanjang dimekarkan dengan Desa Cempa, dan di Kecamatan Singkep Barat dimekarkan dua desa yakni Desa Bakong menjadi tiga desa.

Sementara itu, masyarakat Pulau Selayar (Penuba dan Selayar) menolak jika nama Kecamatan Lingga Barat, diberikan untuk dua desa mereka yang dimekarkan. Mereka minta agar nama tersebut tetap sesuai nama yang masuk pada Ranperda sebelumnya, yakni Kecamatan Selayar. “Ini sudah harga mati dari seluruh masyarakat. Karena nama Selayar sudah identik dengan nama Penuba. Justru sebelum kemerdekaan, pada zaman kolonial Belanda dan Jepang nama Selayar/Penuba telah dikenal di manca negara. Bahkan bendera Merah Putih, pertama kali berkibar di Pulau ini yang mencangkup pulau Lingga, Senayang dan Singkep,” ujar M Rais tokoh pemuda Desa Penuba. Kata Rais, alangkah naifnya kalau DPRD memberi nama dengan Lingga Barat yang tidak punya relevansi apapun apalagi terkait sejarah perjuangan rakyat Lingga merebut kemerdekaan. “Kami tidak rela menjadi ibukota kecamatan, berikan kepada desa lain atau kepada Desa Mentuda atau Kelumu. Di sana saja ibukotanya,” tambah Rais. Menurut dia nama Kecamatan Selayar telah dimusyawarahkan oleh masyarakat kedua desa sejak 2002 lalu, berlanjut pada 2007-2009 sudah digadang-gadang diusulkan menjadi Kecamatan Selayar. “Kami heran juga kenapa menjadi nama Lingga Barat, semestinya jangan dilupakan fakta sejarah dan filosofis dari nama tersebut dan menyentuh hakikat keberlangsungan suatu budaya yang turun menurun dan punya dampak kepada masyarakat pulau yang dimekarkan,” kata Ahmad Baharuddin, 58, tokoh masyarakat Desa Penuba.

Diakui M Nizar, nama Lingga Barat merupakan pemekaran dari Kecamatan Lingga, yang awalnya akan diberi nama Kecamatan Selayar. “Namun, untuk keseragaman dan adanya beberapa kali pembahasan di tingkat komisi, akhirnya disepakati namanya menjadi Kecamatan Lingga Barat,” kilah Nizar, seperti dikutip Batam Pos.

Dijelaskan Rudi, pada 2013 kembali akan ditambah empat kecamatan baru lagi. Yaitu di Kecamatan Singkep Barat ditambah satu kecamatan dengan nama Kecamatan Singkep Kepulauan, di Kecamatan Senayang ditambah dua kecamatan dengan nama Kecamatan Benanbahari dan Temiang Serumpun, dan satu lagi di Kecamatan Lingga Utara yang belum ditetapkan namanya. (arn,jk,ab).

Kategori: LINGGA Tags: , , , ,
Topik populer pada artikel ini: nama kabupaten yang menolak penerimaan cpns, sejarah desa berindat

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkait

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2014. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.