Syiar Islam : SETIAP BULAN 30 ORANG JADI MUALAF

  Jakarta, (LINGGA POS) – Gelombang maraknya masyarakat non Muslim ke dalam agama Islam tidak saja terjadi di beberapa negara Barat. Di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim, semangat sejumlah non Muslim untuk belajar Islam, lalu mengikrarkan diri memeluk Islam ternyata cukup besar. – Masjid Sunda Kelapa, menjadi salah satu saksi banyaknya non Muslim yang akhirmya bersyahadat. Dalam satu bulan, di masjid yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini sekitar 30 orang menyatakan berislam. “Kami terima laporan setiap akhir bulan. Juni kemarin ada 33 orang,” ujar Ketua Pembina Paguyuban Mualaf, H. Anwar Sujana, Senin kemarin. – Menurut Anwar, dari segi usia kebanyakan dari mereka berasal dari kelas menengah ke atas. “Sebetulnya usianya beragam, tapi kebanyakan sudah dewasa, ya, tigapuluh tahun ke atas. Dan, memang kebanyakan dari kelas menengah ke atas dan sudah punya profesi. Ada dokter, dosen, guru dan pengusaha. Juni kemarin yang dari dhuafa hanya satu orang,” ujarnya. – Selain masyarakat Jakarta, ada juga warga negara asing (WNA) yang memutuskan masuk Islam di Masjid Sunda Kelapa. Tercatat pada Juni ada 11 orang WNA. “Beberapa memang sudah tinggal di sini, sudah kerja di Jakarta. Berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia. Tapi kebanyakan dari Inggris,” terang Anwar. Setelah membaca syahadat para mualaf juga mendapat pembinaan dari pihak Masjid Sunda Kelapa. Ada empat materi yang harus dijalankan mualaf. Yakni, studi dasar Islam, ibadah, aqidah, akhlak, dan pengenalan Al Quran. Sedangkan waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan para mualaf itu sendiri. – Selain empat materi wajib itu, terdapat dua materi yang bisa didapatkan para mualaf yang tadinya beragama Kristen. Yakni tentang kekristenan dan fiqih wanita. “Kekristenan itu akan dijelaskan dari sisi Al Quran, tentang Nabi Isa As, dan Maryam kan ada dh Al Quran,” sebut Anwar. – Hanya saja, tidak semua mualaf bersedia untuk di ekpos di media. Karena ini menyangkut masalah keimanan dan pribadi. “Ada seorang pendeta yang akhirnya memilih Islam. Dia lulusan S2 Teologi. Dia sudah belajar tentang Injil hingga ke Israel. Saat itu, dia katakan ke saya- bahwa dia masuk Islam bukan karena belajar Al Quran, tapi justru karena belajar tentang Injil,” terang Anwar. (dc)

Kategori: ENTERTAIN, MANCANEGARA, SYIAR ISLAM Tags: 
Topik populer pada artikel ini: mualaf, khazanah islam muallaf, khazanah islam mualaf