Khazanah Melayu : “TUNJUK LANGIT” RUMAH ADAT MELAYU KEPRI

Daik, (LINGGA POS) – Pada dasarnya kebudayaan Melayu banyak berasal dari Lingga (Kabupaten Lingga), yang telah dikenal saat ini sebagai negeri Bunda Tanah Melayu. Salah satunya berkenaan dengan rumah adat Melayu di wilayah Provinsi Kepri yang sejatinya ada perbedaan dengan atau tidak sama antara suku Melayu di daerah lainnya atau contoh kongkritnya dengan suku Melayu Provinsi Riau (daratan) yang mempunyai ciri khas tersendiri sesuai geografis, sosiologis dan psikologis dimana mereka itu bermukim (bermaustin).

Rumah adat Melayu khas Lingga adalah disebut dengan “Tunjuk Langit” bukan bentuk Lembayung (Selembayung) yang dikenal selama ini. Dikatakan Ketua Lembagaa Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau H. Abdul Razak, seperti di muat tabloid Kemilau Melayu edisi Juli 2009, dari dahulu hingga sekarang masyarakat Melayu menggunakan Tunjuk Langit. Hanya saja, ketika Provinsi Kepri masih bergabung dengan Provinsi Riau (dengan Pekanbaru sebagai ibukota provinsi,red) masyarakat di daerah lainya “diwajibkan” untuk memberi atap rumah (adat) mereka dengan Selembayung yang sebenarnya dipakai oleh masyarakat Melayu daratan.

Bentuk benda lancip yang menempel di ujung atap rumah atau kantor baik swasta maupun pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau yang dikenal dengan Negeri Segantang Lada itu disebut Tunjuk Langit. Ianya adalah merupakan bentuk atau ciri khas dan simbol yang tertempel di setiap penghujung atap rumah masyarakat Melayu Provinsi Kepri.

“Pada prinsipnya, Tunjuk Langit itu ada dua, satu di dalam dan satunya lagi di luar. Di beberapa daerah Melayu tertentu disebut “Pergas” dengan motiv ukiran sendiri-sendiri.

AJARAN KETAUHIDAN.
Menurut Abdul Razak, pengurus LAM Kepri telah bersepakat bahwa Tunjuk Langit, adalah rumah adat Melayu Kepri yang sebenarnya. Tunjuk Langit yang berbentuk lancip itu memiliki makna bahwa suku Melayu di Kepri senantiasa mengagungkan ajaran Ketauhidan. Dengan kata lain, Melayu yang identik dengan Islam, yang mengakui bahwa Allah SWT itu Esa, Tiada Tuhan selain Dia.

Abdul Razak berharap, ke depan tidak ada lagi rumah orang Melayu di Kepri yang menggunakan Selembayung di atap rumahnya, tetapi sudah menggunakan Tunjuk Langit sesuai dengan rumah adat Melayu Kepri yang sebenarnya. Ia menjati simbol jati diri Melayu Kepulauan Riau yang diambil dari khazanah budaya Melayu dari Negeri Bunda Tanah Melayu, Daik Lingga. (jk,km)

Kategori: LINGGA
Topik populer pada artikel ini: rumah adat melayu kepulauan riau, rumah adat suku melayu, buah tunjuk langit di batam, ukiran di singgap rumah melayu lingga

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkini

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2014. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.