ADA BENUA KUNO DI DASAR SAMUDERA HINDIA

(LINGGA POS) – Studi baru menemukan di bawah Samudera Hindia tertimbun sebuah benua. Para peneliti menemukan bukti-bukti adanya daratan yang luas diantara 2.000-8,5 juta tahun yang lampau. Daratan luas, yang diberi nama Mauritia oleh para peneliti itu akhirnya terpecah-pecah dan lenyap di bawah gelombang air laut dan membentuk bagian-bagian baru. Hingga 750 tahun yang lalu daratan di Bumi terkumpul dalam satu benua luas yang disebut Rodinia. Namun, saat ini semua benua sudah terpisah dengan jarak ribuan kilometer, padahal, dulu India berada bersebelahan dengan Madagaskar. Kini, para peneliti mulai percaya dengan eksistensi benua Rodinia di waktu lalu. Mereka telah menemukan bukti sepotong benua-dikenal sebagai microcontinent (salah satu dari tujuh daratan besar di permukaan bumi)-yang terselip diantara negara India dan Madagaskar.

Setelah meneliti pasir di pantai Mauritius, para peneliti telah sampai pada kesimpulannya. Mereka menemukan kandungan yang berumur tua di pantai tersebut. “Kami telah menemukan zircon (batuan mineral) di Pantai Mauritius, dan ini adalah salah satu kandungan yang hanya ditemukan di benua yang berumur sangat tua,” kata Profesor Trond Torsvik, dari Universitas Oslo di Norwegia, dilansir BBC, 25 Februari lalu. Setelah diteliti, zircon yang ditemukan tersebut ternyata berumur diantara 600-1.970 tahun yang lalu. Tim peneliti menyimpulkan bahwa zircon tersebut adalah sisa-sisa tanah kuno yang terseret ke permukaan pulau setelah terjadi letusan gunung berapi. “Saya percaya potongan-potongan Mauritia bisa ditemukan 10 kilometer di bawah Mauritia dan di bawah lautan luas Samudera Hindia,” ucap Torsvik. Sekitar 85 juta tahun lalu India dan Madagaskar berada dalam satu microcotinent, namun akhirnya terpisah dan tertimbun di bawah gelombang laut. Saat ini, tim peneliti masih mencari bagian-bagian dari benua lain yang tersebar di bawah Samudera Hindia. “Kami perlu data seismik untuk mendapatkan gambar yang terstruktur. Ini akan menjadi bukti utama untuk menelusuri benua yang hilang. Namun, untuk mewujudkannya akan membutuhkan biaya yang besar,” tutup Torsvik. (umi,vn)

Kategori: IPTEK, MANCANEGARA Tags: , , , , , , ,
Topik populer pada artikel ini: