Semarak Tujuh Likur

Malam Seribu Bulan

LinggaPos Tradisi malam tujuh likur menjelang beberapa hari tibanya saat yang dinantikan umat muslim khususnya di bumi bunda tanah melayu untuk merayakan Idul Fitri sudah mulai terasa dan hikmat. Nyala lampu yang terbuat dari berbagai kaleng minuman bekas dengan berbahan bakar minyak tanah atau solar dipasang sepanjang jalan membentuk barisan yang indah ditambah dengan kemegahan pintu-pintu gerbang saat memasuki kawasan suatu RT, RW atau Desa yang kita masuki.

Berbagai ornamen berbentuk indah dengan desain dan pola membentuk  kaligrafi menghiasi gerbang-gerbang yang dibuat masyarakat dan pemuda tempatan secara gotong royong. Dari jauh terlihat seperti lampu neon yang terpasang dengan sengaja. Hal ini mengundang masyarakat berduyun-duyun datang bersama putra-putri merkea selepas sembahyang tarawih dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat menyaksikan gerbang mana yang menjadi idola.

Tak ketinggalan tentunya para remaja ikut meramaikan suasana malam menjadi semakin hidup dan riuh. Tujuh likuran tahun ini sekolah-sekolah setingkat SLA juga membuat gerbang-gerbang dipintu masuk halaman sekolah masing-masing dengan berbagai kreatifitas.

Kategori: LINGGA Tags: 
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkini

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.