BAGIR MANAN : PERS TAK BOLEH CIPTAKAN KONTRADIKSI & KONFLIK

  Batam (LINGGA POS) – Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan insan pers tidak boleh menciptakan kontradiksi dan konflik utamanya dalam kegaduhan yang terjadi di tanah air dewasa ini. Seharusnyalah menurut dia pers menjadi sebagai sarana informasi yang baik bagi masyarakat dan bisa membuka peluang diskusi secara bebas dan mendorong untuk hal yang lebih baik. “Jika selama ini dikenal di kalangan insan pers ‘bad news is a good news’, itu sudah tidak relevan lagi. Sebuah berita yang buruk bisa dijadikan peringatan agar seseorang lebih waspada akan tetapi hal tersebut bukanlah hal yang prinsipal. Kita harus berprinsip ‘good news is a good news’, harus diketahui orang supaya waspada,”ujarnya disela-sela acara diskusi dalam rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2015 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu kemarin.   “Batas pers di Indonesia adalah kebebasan pers orang lain. Kalau ada media yang tidak bertanggung jawab dalam pemberitaan, akan ada kosekuensinya. Pers di sini menghormati norma agama, azas praduga tidak bersalah. Kalau ada yang melanggar bisa dipidanakan,” tambah Anggota Dewan Pers Muhammad Ridlo Eisy. Menurut Ridlo Indonesia tidak menganut kebebasan pers yang ‘sebebas-bebasnya’.  
Sehari sebelumnya, Jumat (6/2) sempena HPN 2015, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka acara 1st ASEAN Summit for State-Owned Enterprises and Media (ASSOEM) di Hotel Harris, Batam. Acara tersebut ditaja oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan didukung Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hadir dalam kegiatan beberapa menteri, Gubernur Kepri HM Sani dan Ketua Umum SPS Dahlan Iskan.  Dalam sambutannya JK mengatakan pentingnya pers dalam pembangunan dan perkembangan ekonomi di Indonesia. Pers memberikan informasi pendidikan dan perekonomian kepada masyarakat. “Harapan pers akan berkembang dengan lebih baik beriringan dengan teknologi dan seimbang dengan kemajuan bangsa serta mendukung dunia usaha,” kata JK. Media, lanjut dia harus memberikan dukungan yang besar untuk perkembangan ekonomi, karena tanpa ekonomi tentu media juga tidak akan berkembang.   Sementara Sani berharap melalui ASSOEM yang mengusung tema Masa Depan ASEAN dalam Komunitas Ekonomi Global bisa memberi kesempatan kepada investor untuk berinvestasi di Batam, Bintan dan Karimun. “Harapan bisnis akan lebih maju dan akhirnya memberikan kesempatan bagi masyarakat,” kata Sani.   Seperti diketahui HPN 2015 di Batam, Kepri bertema ‘Kemerdekaan Pers dari Rakyat untuk Rakyat’ dengan sub tema ‘Pers Sehat, Bangsa Hebat’. (ph,af/kc)

Kategori: NASIONAL Tags: , , , , ,
Topik populer pada artikel ini: Apakah ada kontradiksi Batam