“PENANGKAPAN PANGERAN DIPONEGORO” KARYA RADEN SALEH BERNILAI RP 100 MILIAR

Jakarta, LINGGA POS – Lukisan karya pelukis Indonesia Raden Saleh menjadi salah satu koleksi Istana Kepresidenan yang dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia pada Agustus depan. Lukisan sang maestro yang dibuat pada 159 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 1857 itu berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro”. “Masih yang termahal dan harganya mencapai Rp100 miliar,” ungkap kolektor lukisan Istana Kepresidenan Jakarta, Mike Susanto di kantor Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta, Senin (25/7) dirilis dari Tempo.co. Lanjut Mike, saat dilakukan perhitungan pada tahun 2010 lukisan itu sudah bernilai Rp 50 miliar dan pada perhitungan kembali dua tahun kemudian semakin melonjak menjadi Rp 100 miliar. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, karya lukis memang mempunyai nilai ekonomi tinggi. “Harganya tak berbeda seperti properti yang setiap tahun terus bertambah,” ujarnya.    

3.000 KOLEKSI LUKISAN.

Menurut Mike, saat ini Istana Kepresidenan memiliki sekitar 3.000 koleksi lukisan yang tersebar di Istana Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta dan Tampaksiring, Bali. Sempena HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2016 akan digelar pameran lukisan yang telah dipilih sebanyak 28 lukisan sesuai tema yaitu tentang pelopor kemerdekaan, sosial-budaya masa 1940 – 1951 dan Nusantara.     

PERPADUAN ROMANTISME.

Raden Saleh, lengkapnya Raden Saleh Syarif Boestama (lahir pada 1807) dikenal sebagai pelopor seni lukis modern Hindia Beland (Indonesia). Karya lukisannya merupakan perpaduan romantisme yang saat itu sedang populer di Eropa. Pada 1829 ia belajar seni lukis di Belanda dan sempat mengikuti pameran seni lukis di Den Haag dan Amsterdam. Ia juga memperdalam ilmu seni lukis di Dresden, Jerman dan kembali ke Belanda pada 1844 sebagai pelukis istana di Kerajaan Belanda. Raden Saleh meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Bogor, Jawa Barat pada 23 April 1880. (jk,tc,wpi)

Kategori: NASIONAL Tags: , , , ,
Topik populer pada artikel ini: raden saleh sebagai pelopor seni rupa modern