JCH KEPRI 1438 H/2017 BERJUMLAH 1.286 ORANG

Tanjungpinang, LINGGA POS – Kuota Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun ini (1438 H/2017 M) berjumlah 1.286 orang atau bertambah sebanyak 303 orang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 983 orang. Hal tersebut sesuai dengan Putusan Menteri Agama (PMA) Nomor 75 Tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1438 H/2017 M ┬áSebesar 221.000 atau 204.000 haji reguler dan 17.000 kuota haji khusus ditambah sebanyak TPHD 1.482 orang.

JCH KABUPATEN LINGGA 39 ORANG

Dari jumlah JCH Kepri 1.286 orang, 39 orang diantaranya dari Kabupaten Lingga ditambah JCH dari antara lain Tanjungpinang 207 orang, Karimun 194 orang, Natuna 72 orang, Bintan 71 orang, Anambas 38 orang dan sisanya terbanyak dari Kota Batam. Para JCH Kepri tersebut melalui Embarkasi Batam (Bandara Internasional Hang Nadim) akan bergabung dengan 3 provinsi lainnya berangkat ke tanah suci pada 27 Agustus 2017 dengan pesawat Saudi Arabia Airlines (SSA).

Kepala Bidang Penyelenggaran Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kepri, Subandi mengatakan, Embarkasi Batam pada musim haji tahun ini dibagi dalam 27 kelompok penerbangan (kloter). Pada tahun lalu dibagi dalam 22 kloter. Tercatat, dalam 27 kloter dari Embarkasi Batam tersebut berjumlah lebih dari 11 ribu JCH (4 provinsi) yakni dari Riau 5.664 orang, Jambi 2.919 orang dan Kalimantan Barat 1.286 orang serta dari TPHD Kepri.

MAKSIMAL 1.100 M DARI MASJID NABAWI.

Sekretaris Dirjen PHU Kemenag RI, Khasan Faozi mengatakan di Batam, Selasa (4/7) lalu pemerintah telah menyiapkan untuk seluruhnya 221 ribu JCH Indonesia — terbanyak dari Jawa Tengah dan Jawa Barat — seperti di Madinah, penginapan kualitas hotel setara bintang tiga dan berjarak sekitar 1.100 meter saja dari Masjid Nabawi dan di Mekah juga disiapkan bus salawat antar jemput jemaah dari hotel ke Masjidil Haram. “Jarak terjauh sekitar 4.500 meter. Kita ambil jarak yang lebih menitiberatkan pada aksebilitas hotel 90 persen jemaah dilayani bus selawat secara 24 jam,” kata Khasan. (ras, ph)

Kategori: KEPRI Tags: , , , , ,
Topik populer pada artikel ini: