KAMI MINTA TETAP NAMANYA KECAMATAN SELAYAR, KABUPATEN LINGGA

Daik, (LINGGA POS) – Hari ini, Senin (7/5) sekitar tigaratus orang perwakilan masyarakat Desa Penuba dan Desa Selayar, menyambangi kantor DPRD Lingga di Daik Lingga. Kedatangan mereka adalah untuk mempertanyakan dan meminta penjelasan dari “wakil rakyat yang terhormat” atas tuntutan masyarakat mengenai nama kecamatan pemekaran desa mereka, yang dalam rapat Pansus pengesahan Ramperda Pemekaran 4 kecamatan dan 12 desa pada Selasa (10/4) lalu menyebutkan nama kecamatan itu adalah Kecamatan Lingga Barat, bukan Kecamatan Selayar.

Masyarakat kedua desa berkehendak, dan itu disetujui dalam beberapa kali musyawarah antar kedua desa bahwa nama kecamatanya adalah Kecamatan Selayar. Ini merujuk fakta historis dan geografis serta kenyataan yang selama ini berlangsung dari zaman dahulu nama ini merujuk pada kedua desa dan identikasinya, Pulau Selayar.

Pimpinan rombongan, M Jais, yang juga Ketua Dusun I Penuba, lewat ponselnya kepada LINGGA POS mengatakan, kedatangan mereka diterima oleh hanya satu orang anggota DPRD Lingga saja, yakni Zakaria, yang notabene berasal dari dapil I Lingga. Sementara kesembilanbelas anggota dewan lainya tidak ada ditempat. “Biasalah, mungkin sedang studi banding. Padahal hari ini hari pertama kerja (Senin),” kata Rais. Zakaria, kata Jais meminta masyarakat bersabar dan berjanji akan merevisi ulang keputusan dewan tersebut. “Nanti akan kita bahas dengan rekan (anggota dewan lainnya) dan akan minta waktu sampai dengan tanggal 14 Mei, Senin depan,” ujar M Rais menirukan pernyataan Zakaria, legislator PKS yang sebelumnya beruntung mendapatkan kursi melalui PAW partainya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Lingga Rudi Purwonugroho, telah melakukan walk out pada waktu Pansus Ramperda berlangsung. “Saya setuju terbentuknya empat kecamatan pemekaran, salah satunya Kecamatan Selayar, tapi bukan Kecamatan Lingga Barat. Apalagi sesuai surat dari DPRD dan Bupati Lingga serta juga rekomendasi dari Gubernur Kepri, namanya Kecamatan Selayar. Tidak ada nama Kecamatan Lingga Barat. Saya juga tidak tahu dari mana nama itu alih-alih muncul,” komentar Rudi, yang diiakan oleh anggotanya, Jimmy AT beberapa waktu lalu.

Menurut Jais, dia dan beberapa perwakilan masyarakat juga telah bertemu dengan Gubernur Kepri HM Sani, dikantornya, Sabtu (21/4) yang saat itu didampingi Karo Pemerintahan dan Administrasi Umum Pemprov Kepri, Doli Boniara. Prinsipnya, sesuai rekomendasi Gubernur Kepri, nama dari kedua desa yang dimekarkan menjadi kecamatan di Kabupaten Lingga itu adalah Kecamatan Selayar. Secara diplomasi, Boniara minta atas nama Gubernur, masalah ini dapat diselesaikan dengan baik antara Pemkab Lingga dan DPRD-nya serta masyarakat, sebagai mewakili pihak yang menyampaikan aspirasinya. (jk,syk)

Kategori: LINGGA Tags: , , , , , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2019. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.