Khazanah Melayu : TEUKU NYAK ZAKARIA Alias P. RAMLEE SENIMAN AGUNG MELAYU

(LINGGA POS) – 22 Maret 1929, di Kubang Buaya Butterwoth, Pulau Penang, di sebuah rumah yang sederhana LOT 2180 pasangan suami istri Teuku Nyak Puteh dan Cik Mah binti Hussein dikaruniai oleh Allah Swt. seorang bayi laki-laki yang diberi nama Teuku Nyak Zakaria. Teuku Nyak Puteh adalah seorang pelaut kawakan dari Aceh, yang kemudian merantau dan bermaustin di tanah Semenanjung Melayu Malaysia, yang ketika itu biasa disebut Malaya. Sejak duduk di sekolah rendah (SD), Teuku Nyak Zakaria telah menunjukkan bakat istimewa dalam bidang seni suara dan seni bangsawan. Tak kurang, para penguasa (Jepang) sangat senang dengan kemampuannya bernyanyi. Teuku Nyak Zakaria kecil, sering diundang bernyanyi pada resepsi-resepsi pernikahan atau keramaian lainya untuk menunjukkan kebolehannya dibidang tarik suara dan bangsawan atau tonil.

Setapak demi setapak namanya semakin dikenal. Hingga usia remaja, laki-laki tampan dengan perawakan tinggi semampai, tegap dan berambut ikal bersuara berat mendayu-dayu. Bersama rekan-rekannya kemudian mereka membentuk grup musik Pancaragam Mutiara dan Pancaragam Keroncong Indonesia. Sejak itu namanya semakin terkenal sebagai seorang biduan hingga ke negara tetangga Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, dan apatah lagi Indonesia. Sebagaimana yang biasa dilakukan seniman lainnya untuk popularitas dan namanya yang lebih mudah disebutkan dan “menjual”, laki-laki yang sudah menjadi seorang pemuda yang “handsome” itu mengganti namanya menjadi P. RAMLEE. Huruf P memang singkatan nama dari orang tuanya Puteh atau juga nama tempat kelahirannya Penang, sementara RAMLEE (Ramli) nama yang populer di masyarakat Melayu, konon adalah nama yang diberikan kekasihnya, yang juga seorang biduanita handal Malaysia, Saloma.

Seniman serba bisa ini juga bisa bermain berbagai alat musik seperti gitar, biola dan piano. Ia juga seorang pencipta lagu, dan tentu saja seorang bintang film (aktor) yang mumpuni sekaligus sebagai sutradara. Adalah BS Rajhans, seorang sutradara dari perusahaan film Shaw Brother Malay, di Singapura yang pertama kali memintanya berlakon di film garapannya. Sejak itulah namanya semakin melambung sebagai aktor film dan banyak memperoleh berbagai penghargaan. Ia menjadi maha bintang. P. Ramlee kemudian hijrah ke Kuala Lumpur (KL) dan mulai menyutradai film karyanya sendiri. Dalam mengharungi mahligai rumah tangga, laki-laki ini pertama menikahi gadis Makassar berdarah Aceh Junaidah Daeng Harris. Laiknya seorang seniman yang digilai kaum hawa, P. Ramlee kemudian menikah dengan Norizan dan istrinya yang ketiga tempat ia menambatkan hatinya yang terakhir Salmah Ismail, yang tak lain adalah Saloma, primadona Malaysia, dimana mereka sempat berduet sebagai biduan dan biduanita yang fenomenal.

Memang sulit mencari tandingannya ketika itu. Ia memiliki suara empat oktaf dengan lantunan berwarna sopran, alto, tenor hingga contra bass dengan lagu-lagu melankolis (patah hati karena cinta, kehidupan yang sulit) dinamis, atau kocak dengan lirik-lirik yang mengena dibalut dalam irama pop atau keroncong atau juga jazz. Benar, ia adalah seorang komponis besar yang pernah dimiliki bangsa Melayu (Malaysia atau Indonesia). Ia juga membuat sound track film-filmnya dan hit. Aktingnya di film yang diperaninya tak diragukan lagi dengan karakter protogonis atau antagonis memberi nilai lebih tersendiri.

Di era 60-an film dan rekaman lagunya (piring hitam) menjadi booming alias box office, seperti judul film berikut lagunya Do-Re-Mi, Semerah Hati, Penarik Beca, Musang Berjanggut, Anakku Sazali, Bujang Lapuk, Hang Tuah dan lain-lainnya. Hingga saat ini karya-karyanya telah beberapa kali direkam ulang dan disalin dalam bentuk kaset, CD, VCD, DVD dan sebagainya dan masih diperdengarkan di radio-radio dan ditampilkan di layar kaca. P. Ramlee berpulang kerahmatullah pada tahun 1973 disaat puncak karirnya dalam usia relatif muda, 44 tahun. Namun namanya tetap abadi di hati khususnya bangsa Melayu, tempat kelahirannya LOT 2180 kini dinamai Jalan P. Ramlee. Ia juga dianugerahi sebuah gelar kehormatan tertinggi dari kerajaan Malaysia dengan Datok Tun Sri P. Ramlee, sebagai Seniman Agung, disamping gelar kehormatan lainnya atas capaian prestasinya sebagai seorang seniman. (jayakusuma,km,dan sumber lain).

Kategori: ENTERTAIN, KHAZANAH MELAYU Tags: , , , , , , , , , , ,
Topik populer pada artikel ini:

Berikan Komentar

Kirim Komentar

Bookmark dan Bagikan

Lingga Pos © 2018. Hak Cipta dilindungi undang-undang. Powered by Web Design Batam.